Menu
BI Pastikan RI Punya Cadangan Devisa Kuat, Dolar Turun ke Rp15.630

BI Pastikan RI Punya Cadangan Devisa Kuat, Dolar Turun Rupiah ke Rp15.630

Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Shandy Aulia 2 bulan ago 9

CNBC Media – Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini disampaikan oleh Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi BI, di Jakarta, Kamis (7/2/2024).

“Cadangan devisa pada akhir Januari 2024 tercatat sebesar US$ 145,1 miliar, meskipun turun dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2023 sebesar US$ 146,4 miliar,” kata Erwin.

Penurunan cadangan devisa ini, menurut Erwin, antara lain disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Meskipun turun, cadangan devisa ini masih cukup untuk membiayai 7,1 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” kata Erwin.

Erwin menambahkan bahwa BI akan terus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah hari ini dan cadangan devisa, serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada hari ini, Kamis (7/2/2024), ditutup menguat 0,6% di level Rp 15.630 per dolar AS dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya, Rabu (6/2/2024), di level Rp 15.715 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini, menurut Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, antara lain disebabkan oleh pernyataan BI yang memastikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih kuat.

“Pernyataan BI ini cukup positif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Ibrahim.

Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh sentimen positif dari global, di mana dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya.

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah:

  • Kebijakan moneter Bank Indonesia: BI dapat menggunakan kebijakan moneter untuk mempengaruhi nilai tukar rupiah. Contohnya, BI dapat menaikkan suku bunga untuk menarik investor asing dan memperkuat rupiah.
  • Kondisi ekonomi global: Kondisi ekonomi global dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Contohnya, jika ekonomi global sedang lesu, maka permintaan terhadap dolar AS akan meningkat dan rupiah akan melemah.
  • Harga komoditas: Harga komoditas seperti minyak bumi dan batubara dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Contohnya, jika harga komoditas naik, maka rupiah akan menguat.
  • Sentimen investor: Sentimen investor terhadap Indonesia dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Contohnya, jika investor yakin terhadap prospek ekonomi Indonesia, maka mereka akan membeli rupiah dan rupiah akan menguat.

Pemerintah dan BI terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan cadangan devisa. Cadangan devisa yang kuat akan membantu BI untuk intervensi di pasar valas dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik investasi Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menarik investor asing dan meningkatkan permintaan terhadap rupiah, sehingga rupiah akan menguat.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By