Menu
WOW SMSM Bagi-Bagi Dividen Interim Dengan Indikasi Yield 1,4 Persen dan Ada Kabar Insetif PPN

WOW SMSM Bagi-Bagi Dividen Interim Dengan Indikasi Yield 1,4 Persen dan Ada Kabar Insetif PPN

Selamat Sempurna (SMSS) bakal bagi-bagi dividen interim sebesar 172,76 miliar rupiah, nilai tersebut setara dengan 30 rupiah per saham.

Iksan Maulani 6 bulan ago 11

CNBC Media – Selamat Sempurna (SMSS) bakal bagi-bagi dividen interim sebesar 172,76 miliar rupiah, nilai tersebut setara dengan 30 rupiah per saham.

Dengan demikian, dividen interim ini menjadi yang ketiga untuk tahun 2023, lebih lanjut setelah perseroan membagikan dividen interim 25 rupiah  per saham, di Mei 2023 serta pada Agustus 2023.

Selain itu, pembayaran pada bulan November 2023 yang akan datang mengacu pada harga saham SMSM pada hari Jumat (27/10) di angka 2.140 rupiah per saham, dengan demikian indikasi dividend yield menjadi 1,4%.

Insentif PPN Pembelian Rumah akan Dimulai Per September 2023 Sampai 2024

Dalam keterangan dari Menteri keuangan, Sri Mulyani, ia mengatakan bahwa insetif pajak pertambahan nilai ditanggung oleh pemerintah.

Lebih lanjut, PPN DPT untuk pembelian rumah akan dimulai per November 2023 hingga akhir tahun 2024 mendatang.

Demikian kebijakan ini dibuat dan hanya akn berlaku untuk pembelian rumah di bawah 2 miliar rupiah.

Kendati demikian, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan menanggung 100% PPN pembelian rumah pada November 2023 hingga Juni 2024.

Sedangkan untuk sementara kebijakan PPN atau pembelian rumah  pada Juli hingga Desember 2024 hanya ditanggung sebesar 50% dan ini perlu digaris bawahi.

Hingga sekarang, kementerian keuangan masih belum merilis peraturan Menteri keuangan terkait hal tersebut atau PPN DTP pada periode November 2023 hingga Desember 2024 mendatang.

Dengan demikian, masih belum diketahui rincian terkait apakah insetif tersebut berlaku untuk unit yang sudah selesai dibangun dan lebih lanjut, unit yang masih dalam proses terhadap pembangunan.

Akan tetapi, demikian jika melihat kepada insetif serupa pada Maret 2021 sampai September 2022. Dengan PPN DTP yang diberikan kepada rumah yang siap dalam hal serahterima selama periode insetif.

Insetif PPN DTP pada maret 2021 hingga September 2022 telah membuktikan dorongan pertumbuhan rata-rata terhadap market penjualan SMRA, CTRA, PWON, hingga BSDE yang menyentuh besarannya di angka +8% YoY. Pada FY22.

Tidak hanya PPN DTP pemerintah juga dalam hal ini akan menanggung biaya administrasi sebesar 4 juta rupiah untuk perumahan masyarakat.

Dengan penghasilan rendah dan harga per unit di bawah 350 juta rupiah pada bulan November 2023 hingga periode akhir Desember 2024.

Jika hal tersebut dilakukan dengan baik, maka tidak bisa dipungkiri akan mendorong daya beli masyarakat terhadap perumahan rakyat denga harga dan proses yang mudah.

Dengan adanya hal ini juga maka aka nada emiten yang diuntungkan dan paling besar. Mereka yang memiliki rasio inventory to sales yang lebih tinggi mendapatkan kesempatan dan peluang yang mungkin besar.

Dorongan dari insentif yang berpotensi mendongkrak harga jual, sehingga emiten-emiten tersebut dapat meraup keuntungan yang maksimal pada periode tersebut.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By