Menu
Konglomerat Asia Kehilangan 500 Triliun Lebih Kini Terlilit Utang

Wang Jianlin Sang Konglomerat Asia Kehilangan 500 Triliun Lebih Kini Terlilit Utang

Dalian Wanda Grup, Wang Jianlin mulanya miliki mimpi besar. sebelumnya dinotbatkan Forbes menjadi orang paling kaya di Asia dengan kekayaan US$ 33 miliar atau Rp 507 Triliun pada 2016 lalu itu, sekarang menjadi “calon” orang miskin.

investor 7 bulan ago 21

Pemilik property kesenangan Dalian Wanda Grup, Wang Jianlin mulanya miliki mimpi besar. Ia pengin bangun kerajaan kesenangan serta pariwisata tingkat global di China.

Dia pengin mengikuti apa yang sudah dilakukan Walt Disney bangun taman bermain Disneyland. Pokoknya dia pengin jadi Walt Disney asal China.

Tetapi bukannya jadi Disney-nya China, pribadi yang sempat sebelumnya dinotbatkan Forbes menjadi orang paling kaya di Asia dengan kekayaan US$ 33 miliar atau Rp 507 Triliun pada 2016 lalu itu, sekarang menjadi “calon” orang miskin. Pemicunya sebab ia serta perusahaannya terikat hutang sejumlah US$ 56 miliar atau Rp 784 triliun karena kekeliruan mengalkulasi potensial usaha.

Karena hutang itu kekayaan ia menurun sampai 80% jadi cuma US$ 7,8 miliar atau Rp 120 Triliun. Berbarengan dengan itu juga, kerajaan usaha yang dibuatnya mulai sejak 1988 itu ikut serta tambah buruk secara cepat.

Seperti diadukan Forbes, untuk keluar jeratan hutang itu Wang terpaksa sekali jual hotel, taman kesenangan, serta project pariwisata lain sebesar lebih dari US$ 9 miliar terhadap beberapa pengembang property lain di China. Tertera, melalui baris usaha Wanda Cultural Industry Grup, ia udah jual pemilikan saham di perusahaan wadah AS Legendary Pertunjukan dengan harga US$ 760 juta pada 2022 waktu lalu.

Dia jual saham di club bola Spanyol Atletico Madrid serta jaringan bioskop paling besar di AS, ialah AMC Pertunjukan. Diberitakan , di awalnya 2023 lalu Wang diadukan jual 3 pusat belanja terhadap perusahaan lokal sebesar US$ 80 juta.

Sayang, semuanya usaha itu belum membawa hasil. Karena amat besarnya hutang, hasil pemasaran itu tidak sukses tutupinya. Wang tetap juga terperangkap hutang.

Dalam pewartaan Forbes, dijumpai ia udah mendaftar satu diantara anak perusahaannya, Dalian Wanda Commercial Manajemen (DWCM), agar dapat melantai di bursa saham (IPO) dalam tempo dekat. Registrasi ini punya tujuan agar dapat mengungkit pemasaran manfaat menutup hutangnya.

Diprediksikan, melalui IPO DWCM, Wang bisa melunaskan hutangnya senilai US$ 13 miliar. Hutang tersebut jatuh termin pada tahun akhir kelak.

Tetapi khalayak susah untuk mengakui lagi Wang. Efektif, mereka tidak ingin menanam investasi terhadap perusahaan yang miliki situasi keuangan jelek.

Serta saat sebelum IPO itu terjadi, Forbes memperkirakan jika IPO bakalan tidak sukses. Faktanya sebab peraturan China mewajibkan tiap perusahaan yang pengin melantai di bursa saham mewajibkan bayar cost sebesar US$ 4,2 miliar.

Di titik ini, Wang udah jatuh terkena tangga. Ia yang terikat hutang, sekarang sulit kumpulkan uang kembali agar dapat hidup.

Meski begitu, firma keuangan Chanson dan Co terhadap Forbes mengatakan satu teknik untuk bikin Wang dapat bertahan hidup merupakan melalui pemasaran asset di luar negeri. Wang dapat jual atau menjaminkan jaringan pusat belanja Wang di luar negeri untuk kumpulkan dana.

Asset di luar negeri dianggap dapat makin mahal, maka saat terjual uangnya dapat untuk pembayaran hutang serta hidup sehari-hari Wang. Meskipun, saat dicairkan lantas banyaknya tetap belum lumayan buat tutup lubang hutang itu.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By