Menu
ULTJ Berhasil Catatkan Kenaikan

ULTJ Berhasil Catatkan Kenaikan +12,5%  Dan CMRY +10% Dalam Laba Bersih 9 Bulan Terakhir 2023

Dari data pada laman stockbit berhasil mengimpun dua emiten unggul yang berhasil catatkan laba bersih pada 9 bulan terkahir di 2023.

Iksan Maulani 5 bulan ago 11

CNBC Media – Dari data pada laman stockbit berhasil mengimpun dua emiten unggul yang berhasil catatkan laba bersih pada 9 bulan terkahir di 2023.

ULTJ dan CMRY dalam tiga kuartal di 2023 dan 9 bulan terakhir pada 2023 mentatkan laba bersih sebagai berikut:

Ultrajaya Milk Industry (ULTJ) tumbuh sebesar +44,9 YoY menjadi 328 miliar rupiah pada 3 kuartal 2023. Meskipun ada penjualan turun di angka -0,4% YoY menjadi 1,98 triliun rupiah, namun beban bahan baku memiliki penurunan -9% YoY.

Penurunan tersebut berakibat pada laba bersih yang tumbuh +10,3% YoY dan margin laba kotor atau GPM naik menyentuh 32,6% dan dalam kurun 3 kuartal periode tersebut berkisar 29,5%.

Indikasi ini juga termasuk dari beban iklan dan promosi (A%P) yang juga turun secara akumulasi di angka _1,3% YoY.

Berdasarkan dari stastistik tersebut jika dibandingkan dengan 2 kuartal pada 2023, artinya laba bersih ULTJ tumbuh di angka +28,4%.

Dengan penjualan yang memiliki pertumbuhan di angka +3,8%, menjadi bebabn pokok penjualan yang naik lebih moderat di angka +2,3%, dan dengan ini juga terdapat pendapatan lain-lain yang mecapai 61 miliar rupiah.

Artinya secara kumulatif juga, selama 9 bulan terakhir pada 2023 ULTJ mempunyai laba bersih yang tumbuh di angka +12,5% YoY atau menjadi 939 miliar rupiah.

Kendati penjualan yang tumbuh +7,8% YoY lebih lanjut menjadi 6,1 miliar rupiah, pada sisi lain atau biaya memiliki beban bahan baku.

Beban bahan baku tersebut menyentuh +3,1 YoY dan beban A&P sebesar +3,6% YoY atau memiliki kenaikan lebih moderat, sedangkan pada beban keuangan memiliki penurunan sebesar -58,5% YoY.

Hal ini juga dirasakan Cisarua Mountain dairy (CMRY) yang memiliki laba bersih tumbuh berkisar +15,8% YoY menjadi 385 miliar rupiah.

Pada kuartal 3 2023 dan penjualan yang tumbuh secara signifikan berkisar +21% YoY menjadi 6,1 triliun rupiah. Hal ini merupakan dorongan segmen consumer foods yang terus tumbuh di angka +40,3%.

Di sisi lain, dairy juga mengalami pertumbuhan moderat +4,8%, sedangkan biaya beban baku naik secara lebih moderat di angka +9,5%. Namun, pada beban iklan dan produksi A&P sangat menlonjak di angka +75,6%.

Hal ini mendorong yang berakibat pada NPM turun menjadi 17,5%, dalam kurun 3 kuartal pada 2023 artinya di angka 18,3%.

Dengan demikian, dibandingkan pada 2 kuartal di 2023 QoQ, CMRY telah mencatat pertumbuhan laba bersih +6,1%.

Pada penjualan yang tumbuh moderat di angka +0,9% atau pada consumer foods berkisar -0,8% dan dairy di angka +2,8%. Sedangkan pada beban A&P cenderung turun di angka -6,3%.

Artinya selama 9 bulan terakhir di 2023 secara akumulatif laba bersih CMRY memiliki pertumbuhan +10% YoY menjadi 967 miliar rupiah, atau estimasi FY23 dengan penjualan +20,7% YoY menjadi 5,7 triliun rupiah.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By