Menu
Teknologi Iron Dome Punya Indonesia Lebih Canggih Daripada Israel

Teknologi Iron Dome Punya Indonesia Lebih Canggih Daripada Israel

Teknologi pertahanan Iron Dome milik Israel saat melawan Palestina ternyata juga dimiliki oleh Indonesia, bahkan dinilai lebih canggih.

Fajar 6 bulan ago 9

CNBC Media Teknologi pertahanan Iron Dome milik Israel saat melawan Palestina ternyata juga dimiliki oleh Indonesia, bahkan dinilai lebih canggih.

Konflik di Timur Tengah antara Israel dan Palestina kembali memanas setelah HAMAS, pasukan jihad dari Palestina melepaskan ribuan roket ke wilayah yang dimiliki oleh Israel.

Sistem pertahanan Iron Dome yang selama 10 tahun ini menjadi sistem pertahanan udara andalan dari Israel berhasil dijebol dengan ribuan rudal yang ditembakan oleh pasukan HAMAS.

Sejumlah fasilitas militer dikabarkan telah berhasil dihancurkan rudal yang dikirim HAMAS. Tercatat ribuan orang telah menjadi korban dari kedua belah pihak.

Namun diluar dari perang antara Israel dan Palestina tersebut, menimbulkan pertanyaan bagaimana jika perang terjadi di Indonesia? Apakah Indonesia juga memiliki sistem pertahanan seperti Iron Dome?

Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Buatan Israel dan Amerika Serikat  

Iron Dome dibuat dengan kerja sama antara pemerintahan Israel dan juga Amerika Serikat yang diwakilkan oleh Rafael Advance Defense System. Sistem pertahanan udara Kubah Besi ini dinilai mampu menjatuhkan roket jarak pendek dalam jangkauan 4 hingga 70 kilometer.

Resmi beroperasi sejak 2011 lalu, sampai saat ini Iron Dome telah berhasil melumpuhkan berbagai serangan roket dengan tingkat keberhasilan hampir 90 persen.

Kemampuannya dalam mendeteksi serangan tersebut pada akhirnya membuat banyak negara tertarik untuk membeli Kubah Besi milik Israel dan Amerika Serikat ini. Singapura diduga menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang memiliki sistem pertahanan udara tersebut.

Iron Dome Israel Versi Indonesia

Walaupun Indonesia tidak memiliki Iron Dome, Kementerian Pertahanan ternyata memiliki sistem pertahanan udara yang memiliki jangkauan yang lebih luas dari Iron Dome.

Dilansir dari website resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia, TNI Angkatan Udara pernah memiliki Peluru Kendali SAM 75 produk dari Uni Soviet.

SAM 75 merupakan rudal yang dirancang untuk mendukung rencana Operasi Trikora pada waktu itu. Kemampuannya dalam melakukan serangan dan pertahanan bahkan diakui oleh negara-negara di Asia sehingga Indonesia dijuluki Macan Asia.

Namun sejak tahun 1980, SAM 75 resmi diistirahatkan setelah beroperasi dalam kurun waktu 20 tahun lamanya. Untuk mengganti teknologi milik Uni Soviet tersebut, TNI AU lalu membeli alutsista NASAMS yang dirancang oleh perusahaan asal Norwegia, Krosberg Defense Aerospace.

NASAMS yang merupakan singkatan dari National Advance Surface to Air Missile System merupakan sistem pertahanan udara yang dinilai memiliki jangkauan lebih luas dari Iron Dome.

Kemampuannya telah diakui militer dunia. NASAMS dinilai telah mampu mengeliminasi ancaman udara seperti cruise missile, air to ground missile, drone udara, bahkan helikopter sekalipun.

Namun dikarenakan keterbatasan ruang operasi, NASAMS hanya ditempatkan untuk melindungi obyek vital di Indonesia seperti Istana Negara. Itulah teknologi pertahanan Indonesia yang mirip dengan teknologi Iron Dome yang menjadi andalan Israel dari perang melawan pasukan HAMAS dari Palestina.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By