Menu
Tegas! Bunga Pinjol Bakal Ditertibkan Dengan Aturan Baru OJK

Tegas! Bunga Pinjol Bakal Ditertibkan Dengan Aturan Baru OJK

Lewat pinjol masyarakat diiming-imingi oleh pinjaman uang secara cepat, dan dengan bungah serendah-rendahnya.

Iksan Maulani 6 bulan ago 17

CNBC Media – Maraknya pinjaman online (pinjol) yang terjadi di masyarakat Indonesia, nampaknya membuat gaduh.

Lewat pinjol masyarakat diiming-imingi oleh pinjaman uang secara cepat, dan dengan bungah serendah-rendahnya. Tidak hanya itu saja, pinjol selalu merayu korbanya dengan narasi manis, yang akhirnya banyak masyarakat yang tergiur.

Kondisi keuangan yang memungkinkan untuk mencari pinjaman dengan akses yang mudah inilah, akhirnya masayarakat tergiur untuk meminjab uang di pinjol.

Namun, nyatanya meminjam uang di pinjol tak seenak seperti apa yang mereka tawarkan. Banyak nasabah-nasabah yang akhirnya terjerat pinjol, dan mengakibatkan kerugian yang lumayan besar.

Bunga pinjol berkembang biak begitu pesat, alhasil nasabah yang sudah tak mampu membayar iuran tagihan, mendapat ancaman saat penagihan.

Kondisi seperti ini membuat geram, karena pinjol menjadi masalah yang menjamur dilingkungan masayarakat.

Tidak sedikit aplikasi-aplikasi pinjol illegal yang kemudian diblokir oleh pemerintah, dan penggerebekan pun massif dilakukan oleh pihak ke polisian.

Atas dasar inilah kemudian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan aturan baru mengenai Batasan suku bunga jasa layanan fintech-to-peer lending (P2P lending) atau pinjol.

Dalam paparanya yang dihimpun dari antaranews Kepala Departemen Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan OJK Edi Setiawan menegaskan bahwa aturan tersebut akan segera ditertibkan.

Aturan ini ia sampaikan atas respon dugaan penyelewengan oknum yang menetapkan bunga hingga diangka 0,8 persen per hari.

Ketetapan bunga sebesar 0,8 persen perhari ini sudah berlaku sejak tahun 2017, dan sebenarnya telah lama direvisi menjadi 0,4 persen per hari pada 2022 dengan tenor jangka pendeknya kurang dari 90 hari, imbuh keterangan Edi Setiawan.

Menurut autoran yang ditetapkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), tenor bunga yang ditetapkan dalam 90 hari bervariasi, ada yang 0,1 persen hingga 0,2 persen.

Terkait kabar adanya tingkat suku bunga layanan pinjol yang melebihi batas, OJK akan terus berkoordinasi dengan AFPI untuk mengimbau anggotanya agar selalu mematuhi setiap Batasan bunga yang sudah ditetapkan.

Selaras dengan itu Enjik S.Djafar selaku ketua umum AFPI memastikan akan memberi sanksi kepada pelaku layanan pinjol atau P2P lending yang langar aturan terkait tingkat suku bunga pinjaman.

Bunga 0,4 persen per hari tersebut merupakan batas maksimum, bukan minimum, lanjut ia tegaskan.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis dugaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan kartel bunga pinjaman.

Dugaan KPPU dilandasi penetapan bunga flat 0,8 per hari oleh AFPI yang diikuti oleh 89 anggota terdaftar.

Atas penetapan tersebut akan berpotensi menggar UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang “layanan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.”

Dengan adanya aturan tersebut, diharapkan masyarakat dapat teredukasi terkait layanan pinjol yang marak menimbulkan kegaduhan.

Lebih lanjut, masayarakat harus lebih teliti sebelum memtutuskan melakukan pinjaman online, dengan risiko yang ia harus tanggung.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By