Menu
Semakin Melemah Rupiah Dekati Rp 15.750 Hari Ini

Semakin Melemah Rupiah Dekati Rp 15.750 Hari Ini

Riset pasar mata uang Lukman Leong memprediksi kurs rupiah pada dolar AS pada Rabu (18/10/2023), ada di range Rp 15.650 sampai Rp 15.750 per dolar AS.

Shandy Aulia 6 bulan ago 12

CNBC Media – Riset pasar mata uang Lukman Leong memprediksi kurs rupiah pada dolar AS pada Rabu (18/10/2023), ada di range Rp 15.650 sampai Rp 15.750 per dolar AS.

“(Hari ini, rupiah diprediksi) sekitar Rp 15.650-Rp 15.750 per dolar AS,” sebut Lukman saat dikontak Di antara di Jakarta, Rabu.

Nilai ganti (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, menurun sebesar 0,07 % atau 11 point jadi Rp 15.727 per dolar AS dari awal sebelumnya Rp 15.716 per dolar AS.

Menurut Lukman, pelemahan rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) dikuasai faktor external susul data pemasaran retail AS lebih bagus dari prediksi.

“Pemasaran retail AS naik 0,7 % month to month dengan harapan 0,3 %, naik 3,8 % year on year dengan harapan 1,5 %,” tutur ia

Disamping itu, pelemahan rupiah ikut dikuasai pengakuan hawkish dari petinggi The Fed Neel Kashkari yang naikkan imbal hasil obligasi AS. Ia menyentuh hal inflasi AS yang tinggi. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun saat ini ada di range 5,200 % dan tenor sepuluh tahun di 4,841 %.

Sementara pada penutupan perdagangan Selasa (17/10), rupiah kuat sebesar 0,03 % atau 5 point jadi Rp 15.716 per dolar AS dari awal sebelumnya Rp 15.721 per dolar AS.

Direktur PT Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi sampaikan jika dolar AS berayun dalam range yang ketat karena pasar memperhatikan perubahan di Timur tengah.

Beberapa pedagang ikut siap-siap untuk rangkaian pidato petinggi bank sentra AS minggu ini yang dipegang oleh Ketua Federasi Reserve Jerome Powell untuk menghitung prospect peraturan moneter.

Disamping itu, pengokohan dolar AS tergerak harapan peningkatan suku bunga AS, karena data terkini memperlihatkan inflasi customer AS masih tetap kuat. Index harga customer AS menulis peningkatan sejumlah 3,7 % pada pangkalan tahunan dibanding prediksi 3,6 %, dan naik sebesar 0,4 % month to month (MtM) dibanding prediksi 0,3 %.

Konsentrasi minggu ini disebutkan tertuju pada rangkaian pembicara Federasi Reserve, dan data ekonomi AS yang lain. “Suku bunga AS kemungkinan tetap semakin tinggi dalam periode waktu lebih lama, hingga memberi penekanan pada pasar Asia, karena ketimpangan di antara imbal hasil yang beresiko dan yang beresiko rendah makin menyempit,” tutur Ibrahim.

Rangkaian tanda ekonomi khusus China ikut akan di-launching pada minggu ini, seperti data produk lokal bruto kwartal III 2023. Angka dari data ekonomi China diprediksi akan memperlihatkan pelemahan berkesinambungan kemajuan ekonomi negara itu.

Perhatian investor akan tertuju pada Ketua Federasi Reserve AS Jerome Powell yang hendak sampaikan pidato di hari ini di tengah-tengah minggu sesibuknya pidato beberapa kepala bank regional. Beberapa petinggi Fed akan masuk masa blackout pada 21 Oktober saat sebelum masa blackout The Fed pada 31 Oktober — 1 November 2023.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By