Menu
Saham Prajogo Pangestu Diincar Asing, IHSG Kembali Bangkit

Saham Prajogo Pangestu Diincar Asing, IHSG Kembali Bangkit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bangkit pada perdagangan hari ini, Rabu (13/12/2023). IHSG ditutup menguat 0,67% ke posisi 7.134,623.

Shandy Aulia 4 bulan ago 13

CNBC Media – Jakarta, 13 Desember 2023 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bangkit pada perdagangan hari ini, Rabu (13/12/2023). IHSG ditutup menguat 0,67% ke posisi 7.134,623.

Jakarta, 13 Desember 2023 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bangkit pada perdagangan hari ini, Rabu (13/12/2023). IHSG ditutup menguat 0,67% ke posisi 7.134,623.

Peningkatan Saham IHSG hari ini ditopang oleh dua faktor utama, yaitu aksi beli investor asing dan kinerja keuangan solid sejumlah perusahaan.

Investor asing tercatat net buy sebesar Rp 1,2 triliun di seluruh pasar. Aksi beli investor asing ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Kinerja ekonomi global yang mulai pulih, terutama di negara-negara maju.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih cukup baik.

Selain itu, kinerja keuangan sejumlah perusahaan Saham juga menjadi faktor pendorong penguatan IHSG. Sejumlah perusahaan yang melaporkan kinerja keuangan yang solid antara lain:

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
  • PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
  • PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Analis PT Mandiri Sekuritas, Adrianus Wibowo, mengatakan bahwa aksi beli Investor Asing dan kinerja keuangan solid sejumlah perusahaan merupakan sentimen positif bagi IHSG.

“IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari-hari mendatang,” kata Adrianus.

Namun, Adrianus juga mengingatkan bahwa Investor perlu tetap waspada terhadap beberapa faktor risiko, seperti:

  • Kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global.
  • Perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.
  • Inflasi yang masih tinggi di sejumlah negara.

“Investor perlu mencermati perkembangan faktor-faktor risiko tersebut agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat,” kata Adrianus.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By