Menu

Saham FREN Kembali Adakan Negosiasi Besar Hingga Rp906 M

Emiten penyuplai service telekomunikasi punya Group Sinarmas, Smartfren Telecom (FREN),

Shandy Aulia 7 bulan ago 36

Emiten penyuplai service telekomunikasi punya Group Sinarmas, Smartfren Telecom (FREN), mencatat transaksi bisnis jumbo di pasar perundingan pada perdagangan Senin (25/9) tempo hari.

Pada perdagangan tempo hari, saham FREN ditutup menurun 1,75% ke Rp 59/saham. Sementara itu investor asing terdaftar lakukan jual bersih hampir Rp 1 triliun atau dengan detail Rp 905,38 miliar di pasar perundingan, tetapi mencatat tindakan membeli bersih Rp 2,23 miliar di pasar reguler.

Saham FREN Kembali Adakan Negosiasi Besar Hingga Rp906 M

Transaksi bisnis jumbo di pasar perundingan itu adalah transaksi bisnis crossing yang difasilitaskan oleh Sinarmas Sekuritas (DH).

Investor Asing dijumpai lakukan perpindahan 156 juta lot saham FREN pada harga Rp 59/saham dengan nilai transaksi bisnis capai Rp 906 miliar. Belumlah diketahui faksi mana yang terturut dalam transaksi bisnis ini, baik itu yang jual atau yang beli saham FREN.

Terkini, saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) pada perdagangan sesion I ini hari ditransaksikan di pasar Perundingan pada tingkat Rp79 per helai dengan julah saham sekitar 138 juta lot. Hingga nilai transaksi bisnis pada pasar perundingan pada saham FREN sampai jam 11.13 WIB capai Rp1,09 triliun.

Walau sebenarnya dalam 3 bulan perdagangan bursa, saham FREN bergerak dari tingkat paling rendah Rp52 per helai sampai tingkat paling tinggi Rp68 per helai. Bila merujuk harga paling tinggi dalam tiga bulan, karena itu konsumen FREN pada tingkat Rp79 itu semakin tinggi 16,1 % dari harga di pasar reguler.

Dan jika merujuk di harga paling rendah dalam 3 bulan, karena itu konsumen itu mengangkat harga sampai 51,9 %. Dan pada pasar reguler sampai jam 11.18 WIB, FREN naik 3 poin atau 4,9 % ke tingkat Rp64 per helai dengan nilai transaksi bisnis sejumlah Rp64,4 miliar.

Divestasi DSSA

Transaksi bisnis jumbo di pasar perundingan bukan yang pertama kalinya. Awalnya FREN sudah mencatat ada transaksi bisnis jumbo sama pada perdagangan Kamis (14/9) dua minggu kemarin.

Transaksi bisnis jumbo di pasar perundingan itu adalah transaksi bisnis crossing yang difasilitaskan oleh Sinarmas Sekuritas (DH).

Saham FREN Kembali Adakan Negosiasi Besar

Lacak punyai lacak transaksi bisnis itu rupanya sisi dari divestasi yang sudah dilakukan oleh anak usaha Sinarmas yang disebut pemegang saham FREN.

PT Dian Swastatika Sentoasa Tbk (DSSA) dijumpai sudah melepaskan 30,50 miliar saham perusahaan telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Divestasi saham FREN dilaksanakan DSSA pada 14-15 September 2023.

Mencuplik transparansi info Bursa Dampak Indonesia (BEI), management Dian Swastatika Sentoasa Tbk (DSSA) mengutarakan, tindakan pemasaran saham itu dilaksanakan saat harga sahamnya dibandrol Rp 79 per saham. Maknanya, nilai dari divestasi saham FREN ini capai Rp 2,40 triliun

Adapun tujuan dari transaksi bisnis itu untuk pengaturan kembali portofolio investasi dengan pemilikan saham langsung.

Dengan begitu, kepemililan DSSA dalam FREN berkurang jadi 22,48 miliar atau sama dengan 6,70% dari awal sebelumnya capai 52,98 miliar atau sama dengan 15,80%.

Rumor Merger dengan XL Axiata (EXCL)

Awalnya, marak diberitakan FREN akan lakukan tindakan korporasi berbentuk penyatuan usaha (merger) dengan pesaing yang induknya asal dari Malaysia, XL Axiata (EXCL).

Pejabat FREN dan EXCL sudah membuka suara mengenai wawasan peleburan ini, tetapi batal memberi kejelasan.

Direktur FREN Antony Susilo mengatakan jika faksinya terbuka untuk lakukan perbincangan berkenaan gagasan koalisi dengan aktor industri lain.

“Akan tetapi s/d sekarang ini, tidak ada info/peristiwa yang bisa dipublikasikan ke public, dan FREN menaati ketentuan yang berjalan berkenaan transparansi info,” tutur Antony dalam transparansi info BEI, d ikutip pada Kamis, (7/9/2023).

Dalam pada itu, dari segi XL sendiri, Grup Head Corporate Communication Retno Wulan menjelaskan jika info yang tersebar masih spekulatif dan isu, hingga faksinya tidak dapat memberikan respon selanjutnya.

“Info ini menurut kami masih spekulatif dan isu, hingga kami tidak dapat memberi respon selanjutnya,” kata Retno saat dikontak CNBC Indonesia lewat pesan singkat, Selasa (5/9/2023).

Awalnya, tersebar berita, Axiata dan Cahaya Mas, pemilik PT XL Axiata Tbk. dan PT Smartfren Telecom Tbk. sedang dalam perbincangan untuk menyatukan ke-2 operator mobile itu ke satu perusahaan.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By