Menu
Rupiah Terus Melemah Hari Ini Akan Sentuh Rp 15.700

Rupiah Terus Melemah Hari Ini Akan Sentuh Rp 15.700

Nilai ganti rupiah ini hari tetap dikuasai oleh pergolakan pasar keuangan global dan fluktuasi dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menerangkan sesudah tanda pasar tenaga kerja AS di-launching minggu kemarin

Shandy Aulia 6 bulan ago 15

CNBC Media – Nilai ganti rupiah ini hari tetap dikuasai oleh pergolakan pasar keuangan global dan fluktuasi dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menerangkan sesudah tanda pasar tenaga kerja AS di-launching minggu kemarin, dolar AS dan yield obligasi pemerintahan AS naik, khususnya karena data nonfarm payroll (NFP) terdaftar semakin tinggi dari prediksi.

Tetapi, trend pengokohan dolar AS dan yield obligasi pemerintahan AS berkurang karena investor memandang tanda pasar tenaga kerja tidaklah cukup kuat untuk menggerakkan peningkatan suku bunga Federasi Reserve pada 2023. Kemungkinan peningkatan suku bunga cuma bertambah jadi 44 % dari awal sebelumnya 33 %.

NFP tenaga kerjas AS pada September naik jadi 336 ribu dari awal sebelumnya 187 ribu, semakin tinggi dari prediksi, 170 ribu. Di lain sisi, tingkat pengangguran AS terdaftar 3,8 %, semakin tinggi dari prediksi 3,7 %, dan pendapatan /jam rerata terdaftar 0,2 % secara bulanan (mom), lebih rendah dari prediksi, 0,3 %.

Seirama dengan trend dolar AS, lanjut Josua, yield obligasi pemerintahan AS capai 4,87 % sesudah data tenaga kerja di-launching. Yield UST tetap ditutup bertambah 8 bps ke tingkat 4,80 % di akhir minggu kemarin.

Apa lagi, pelemahan rupiah menurut dia akan berpengaruh negatif pada performa aktor usaha yang tergantung pada bahan baku import, seperti industri farmasi atau industri petrokimia, minuman dan makanan, sampai tekstil.

“Akan terimbas dari ada pelemahan rupiah yaitu bidang yang memercayakan bahan baku import seperti Makanan dan Minuman, khususnya yang banyak bahan baku import seperti Gandum, Gula, dan Kedelai, lalu bidang Farmasi, Electronic dan Barang Elektrikal, dan Tekstil,” tegas Josua.

Ketua Umum Kombinasi Pebisnis Makanan dan Minuman Semua Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman benarkan cukup banyak produsen di industri makanan-minuman yang memercayakan bahan baku import. Akhirnya saat kurs dolar AS naik, karena itu harga bahan baku juga ikut-ikutan naik.

“Memang ini pasti punya pengaruh pada bahan baku import, baik bahan baku atau barang modal seperti beberapa mesin pada proses penempatan baru. Yang cukup mencemaskan ada naiknya harga dasar karena bahan baku kita banyak import,” kata Adhi.

Ia meneruskan, peningkatan kurs dolar AS berpengaruh pada ongkos logistik, sewa kapal sampai container. Beban kenaikan nilai ganti rupiah pada dolar AS itu bisa menjadi tambahan ke biara produksi, sedangkan keadaan dalam negeri tidak mungkin naik harga karena daya membeli sedang kurang.

Harus perusahaan mempertaruhkan margin supaya tidak begitu punya pengaruh berat pada pemasaran. Disamping itu, kurangi berat atau resizing jadi pilihan untuk industri minuman dan makanan.

“Pilihan ke situ ada selalu (resizing), kita berusaha bagqimana agar tidak rugi, tentu saja efektivitas, penelusuran alternative bahan baku dan resizing ukuran jadi alternative . Ya (resizing) seperti Chiki dan lain-lain,” papar Adhi.

Kurs rupiah memang sedang alami volatilitas lumayan tinggi pada 2023. Gerakan rupiah tahun ini ada di bentang Rp 14.665-15.630/US$ dengan tingkat terjelek sentuh Rp15.630/US$ awalnya tahun (6/1), meskipun sesaat berlalu rebound jadi Rp14.875/US$ pada (2/2).

Rupiah menurun lagi jadi Rp 15.445/US$ di bulan sesudahnya (10/3). Lantas kuat lagi jadi Rp14.665/US$ di awal kwartal II (28/4). Semenjak Mei, rupiah memperlihatkan trend pelemahan dan terus bergerak sampai menembus ke atas Rp 15.600 /US$ sekarang ini, dekati tingkat paling tinggi awalnya tahun ini.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By