Menu
Rupiah Terus Melemah Di Titik Rp 15.500

Rupiah Terus Melemah Di Titik Rp 15.500

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah dan bertahan di kisaran Rp 15.500. Pada perdagangan hari ini, rupiah ditutup di level Rp 15.535 per dolar AS

Shandy Aulia 3 bulan ago 8

CNBC Media – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah dan bertahan di kisaran Rp 15.500. Pada perdagangan hari ini, rupiah ditutup di level Rp 15.535 per dolar AS, melemah 0,22% dari perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain:

  • Kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang agresif. The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tujuh kali secara beruntun sejak Desember 2021, dengan total kenaikan sebesar 175 basis poin. Kenaikan suku bunga The Fed ini telah mendorong penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar mata uang lainnya, termasuk rupiah.
  • Kekhawatiran resesi global yang semakin meningkat. Kekhawatiran resesi global ini disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain perang di Ukraina, inflasi yang tinggi, dan kenaikan suku bunga. Kekhawatiran resesi global ini telah mendorong investor untuk melepas aset berisiko, termasuk rupiah.
  • Lonjakan harga komoditas global. Lonjakan harga komoditas global, terutama harga minyak dan batu bara, telah meningkatkan inflasi di Indonesia. Hal ini telah mendorong Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan, yang juga telah menekan nilai tukar rupiah.

Pelemahan rupiah yang terus berlanjut ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor, sehingga dapat menyebabkan kenaikan harga-harga barang dan jasa. Pelemahan rupiah juga dapat mengurangi daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global.

Bank Indonesia (BI) telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah, antara lain:

  • Meningkatkan intervensi valas. BI telah meningkatkan intervensi valas untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
  • Meningkatkan suku bunga acuan. BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 4,75% pada bulan Desember 2023.
  • Melakukan stabilisasi pasar keuangan. BI telah melakukan stabilisasi pasar keuangan dengan membeli surat berharga negara (SBN) dan obligasi korporasi.

Meskipun BI telah mengambil sejumlah langkah, namun pelemahan rupiah hari ini diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor yang telah disebutkan di atas.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By