Menu
Rupiah Tertekan Hingga Rp 15.590

Rupiah Tertekan Hingga Rp 15.590

Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menurun ke Rp15.590 pada awal perdagangan minggu ini, Senin, (11/12/2023)

Shandy Aulia 4 bulan ago 22

CNBC Media – Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menurun ke Rp15.590 pada awal perdagangan minggu ini, Senin, (11/12/2023). Melemahnya rupiah dikarenakan oleh tertekan launching data tenaga kerja AS minggu kemarin.

Merujuk data Bloomberg jam 09.05 WIB, rupiah dibuka menurun 0,47% atau 72,5 point ke arah tingkat Rp15.590 per dolar AS, sesudah ditutup menurun di akhir minggu kemarin. Sementara itu index mata uang Negeri Paman Sam kuat tipis 0,01 point ke posisi 104,01 saat pagi ini.

Adapun, mata uang lain di teritori Asia solid menurun pada dolar AS. Contohnya, yen Jepang menurun 0,39%, dolar Hongkong menurun 0,03%, dolar Singapura turun 0,08%, dan dolar Taiwan turun 0,38%.

Seterusnya, won Korea jeblok 0,86%, peso Filipina turun 0,25%, rupee India menurun 0,03%, yuan China turun 0,15%, ringgit Malaysia terevisi 0,28%, dan baht Thailand turun 0,45%.

Pemerhati Pasar Keuangan Ariston Tjendra menjelaskan, nilai ganti rupiah tertekan mempunyai potensi menurun ini hari pada dolar AS karena data tenaga kerja AS yang di-launching Jumat (8/12/2023) malam lebih baik dari harapan pasar.

Sebagai informasi rupiah hari ini, laporan data tenaga kerja AS pada Jumat, (8/12) memperlihatkan pengokohan yang tidak tersangka. Nonfarm payrolls bertambah 199.000 pada November 2023, tingkat pengangguran menurun jadi 3,7% dan perkembangan gaji bulanan melebihi prediksi.

“Data tenaga kerja AS yang kompak dapat menjadi pemikiran untuk The Fed untuk meredam suku bunga referensi di tingkat yang lebih tinggi untuk saat lebih lama,” tutur Ariston ke Usaha pada Senin, (11/12/2023).

Meski begitu, menurut dia pengokohan dolar AS pada rupiah kemungkinan tidak besar di awal minggu ini, karena pasar menanti data penting inflasi customer AS yang di-launching Selasa, (12/12) malam dan keputusan suku bunga The Fed yang hendak di-launching Kamis (14/12) dini hari.

Disamping itu katanya, data inflasi China terkini yang di-launching pada Sabtu (9/12) yang memberikan deflasi dapat memberi sentimen negatif ke rupiah. Deflasi di China dapat disimpulkan pengurangan keinginan yang ke arah perlambatan ekonomi.

Perekonomian Indonesia sebagai partner dagang China dapat terdampak imbas negatif yang akan datang. “Ini hari, kekuatan melemahnya rupiah ke Rp15.550-Rp15.580, dengan kekuatan dukungan disekitaran Rp15.480,” tandas Ariston.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By