Menu
Rupiah Menguat Tajam Hingga Rp 15.751

Rupiah Menguat Tajam Hingga Rp 15.751

Nilai ganti rupiah meneruskan trend positif dengan kuat tajam pada dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan ini hari.

Shandy Aulia 5 bulan ago 9

CNBC Media – Nilai ganti rupiah meneruskan trend positif dengan kuat tajam pada dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan ini hari. Dikutip dari Refinitiv, rupiah dibuka pada posisi Rp15.805/US$1 pada perdagangan pagi ini hari, Jumat (3/11/2023) jam 09: 05 WIB. Mata uang Garuda kuat 0,28%.

Dengan pengokohan itu, rupiah semakin dekati tingkat psikis baru Rp 15.700/US$1. Akhir kali rupiah berada di tingkat itu ialah 18 Oktober 2023 atau 13 hari perdagangan paling akhir.

Pengokohan ini hari meneruskan trend positif tempo hari, Kamis (2/11/2023) di mana rupiah ditutup di angka Rp15.850/US$ atau kuat 0,50%.

Gerakan rupiah ini hari akan didukung oleh keputusan bank sentra AS The Federasi Reserve (The Fed) yang meredam suku bunga referensi di tingkat 5,25-5,50% pada Kamis awal hari lalu. Menurunnya imbal hasil US Treasury dan index dolar AS diharap jadi tenaga untuk rupiah ini hari.

Imbal hasil US Treasury tenor sepuluh tahun terus menerpai sampai ke posisi 4,66% pada perdagangan Kamis tempo hari. Posisi itu jadi yang paling rendah semenjak 13 Oktober 2023 atau 13 hari perdagangan paling akhir.

Imbal hasil US Treasury sebelumnya sempat naik ke 5% di akhir Oktober sebagai rekor paling tingginya di dalam 16 tahun akhir. Di saat yang bersama, index dolar turun juga ke 106,14 tempo hari, dari 106,88 di hari sebelumnya.

Menerpainya imbal hasil dan index dolar ini jadi berita positif untuk Indonesia sebab ada kesempatan untuk inflow di pasar saham, rupiah, dan Surat Bernilai Negara (SBN).
Dengan imbal hasil lebih rendah karena itu return melakukan investasi di US Treasury akan lebih kecil hingga investor dapat cari pasar lebih menarik seperti Indonesia.

Imbal hasil US Treasury dan index dolar turun karena aktor pasar makin percaya diri The Fed akan selekasnya akhiri transisi bunga tinggi. Kepercayaan diri mereka makin naik sesudah data tenaga kerja AS lebih buruk.

Kamis tempo hari (2/11/2023), AS memberikan laporan claim pengangguran naik 5.000 jadi 217 ribu pada minggu yang usai pada 28 Oktober. Jumlah ini berada di atas harapan pasar yaitu 210.000.

Gerakan rupiah ini hari akan dikuasai sentimen tenaga kerja AS. Ini hari, AS akan umumkan dua data tenaga kerja penting yaitu tingkat pengangguran dan non-farm payrolls untuk Oktober 2023.

Sebagai catatan, bidang tenaga kerja AS jadi perhatian tajam pada Oktober lantas karena demonstrasi besar yang sudah dilakukan beberapa ribu karyawan bidang otomotif, selingan, sampai kesehatan.

Data Tenaga Kerja AS menyebutkan sekitaran 48.100 karyawan lakukan demonstrasi Oktober kemarin. Angka itu jadi rekor paling tingginya semenjak Februari 2004 atau 19 tahun kemarin.

Aktor pasar memprediksi data tenaga kerja AS masih kompak pada Oktober tahun ini. Tingkat pengangguran Oktober diprediksi akan bertahan di dalam 3,8% seperti pada September.

Dalam pada itu, diprediksi ada tambahan tenaga kerja dari bidang non-pertanian atau non-farm payrolls pada Oktober.
Tambahan lapangan pekerjaan non-farm payrolls pada September capai 336.000.

Bila pengangguran AS bertambah karena itu ini bisa menjadi berita bahagia untuk pasar keuangan Indonesia sebab bisa membuat makin melunak di depan.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By