Menu
Rupiah Menguat Rp 15.494 Hantam Dollar

Rupiah Menguat Rp 15.494 Hantam Dollar

Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ditutup kuat pada perdagangan ini hari, Senin (27/11/2023). Di saat yang masih sama, dolar AS terlihat alami melemahnya.

Shandy Aulia 5 bulan ago 56

CNBC Media – Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ditutup kuat pada perdagangan ini hari, Senin (27/11/2023). Di saat yang masih sama, dolar AS terlihat alami melemahnya.

Mencuplik data Bloomberg, rupiah ditutup kuat 71 point atau 0,46% ke arah tingkat Rp15.494 per dolar AS. Adapun index dolar AS menurun tipis 0,08% ke posisi 103,31. Dalam pada itu, mata uang lain di teritori Asia sebagian besar kuat.

Won Korea, seumpama, naik 0,17%, dan Yen Jepang bertambah 0,28%. Adapun baht Thailand kuat 0,69%, dolar Singapura tumbuh 0,16%, dan ringgit Malaysia kuat 0,15%.

Awalnya, Pemerhati Pasar Keuangan Ariston Tjendra menjelaskan pada minggu ini sejumlah data ekonomi AS menjadi pendorong dolar, salah satunya data PDB AS kwartal III/2023, data claim sokongan pengangguran, data tanda inflasi PCE Price Indeks, dan data perumahan.

“Gerakan rupiah menantang dolar AS dapat berganti-gantian menurun atau kuat bergantung hasil data ekonomi AS yang di-launching malam harinya. Kekuatan di range Rp15.450 sampai Rp15.700 untuk minggu kedepan,” tutur Ariston ke Usaha, d ikutip Senin (27/11).

Ia menjelaskan harapan pasar masalah peraturan suku bunga referensi AS tetap jadi sentimen pendorong dolar AS pada nilai ganti rupiah. The Fed belum buka kesempatan pemotongan suku bunga dan memproyeksikan peningkatan karena inflasi AS belum turun ke tingkat sasaran 2%.

Hal itu, sambungnya, mempunyai potensi memberikan dukungan pengokohan dolar AS. Tetapi di lain sisi, bersamaan pada tingkat inflasi AS yang makin turun dan sejumlah data ekonomi AS di-launching di bawah prediksi pasar, harapan hadirnya peraturan pemotongan mulai tumbuh di pasar.

Menurut dia hal itu memberi penekanan ke dolar AS. “Di tahun akhir, kemungkinan The Fed tetap menjaga suku bunga nya di angka yang masih sama jika data ekonomi AS di depan tidak alami peralihan besar,” tandas Ariston.

Terpisahkan, Riset Pasar Uang Lukman Leong menjelaskan selainnya data ekonomi AS, nilai ganti rupiah akan terpengaruhi data PMI Manufacturing Caixin China dan data inflasi RI November 2023 yang hendak di-launching bersama pada Jumat (1/12/2023).

“Arah gerakan rupiah akan tergantung pada beberapa data itu. BI dan The Fed ke-2 nya memberi pernyataan cukup hawkish pekan kemarin. Rupiah diprediksi akan sekitar Rp15.500 sampai Rp15.700,” tutur Lukman.

Menurut dia, walaupun The Fed lebih hawkish dari harapan pada risalah tatap muka FOMC minggu ini, tetapi prospect The Fed untuk meningkatkan suku bunga tetap tidak banyak berbeda, baik pada tahun ini atau tahun 2024.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By