Menu
Rupiah Menguat Perkasa Hingga Rp 15.539

Rupiah Menguat Perkasa Hingga Rp 15.539

Nilai ganti rupiah sukses kuat 3 hari berurut saat menantang dolar Amerika Serikat (AS), bahkan juga pengokohan sejumlah ini hari jadi yang paling cepat dalam tahun ini.

Shandy Aulia 5 bulan ago 14

CNBC Media – Nilai ganti rupiah sukses kuat 3 hari berurut saat menantang dolar Amerika Serikat (AS), bahkan juga pengokohan sejumlah ini hari jadi yang paling cepat dalam tahun ini. Akankah pengokohan rupiah bersambung di tengah-tengah penantian data persediaan devisa Tanah Air ini hari dan beberapa sentimen external dari China dan AS?

Merilis data Refinitiv, rupiah tembus tingkat psikis Rp15.600/US$ dan ditutup di tingkat Rp15.535/US$ pada perdagangan tempo hari, Seini (6/11/2023). Ini adalah posisi paling kuat semenjak 2 Oktober 2023 atau sekitaran satu bulan akhir.

Baca: Ekonomi RI Menyebalkan, Mudah-mudahan Ada Berita Baik dari China
Pengokohan rupiah ini t didukung sentimen positif dari peraturan bank sentra Amerika Serikat (AS) The Federasi Reserve (The Fed) yang dipandang lebih dovish. Peraturan itu membuat saluran modal masuk kembali terjadi. Faktor The Fed jadi penunjang sesudah perkembangan perekonomian Indonesia menulis performa yang menyebalkan. Tubuh Pusat Statistik (BPS) umumkan jika kemajuan ekonomi pada masa itu tumbuh 4,94% (year on year/yoy), dan secara kuartalan atau qtq tumbuh 1,60%, dan secara kumulatif atau ctc tumbuh 5,05%.

Berpindah di hari ini, Selasa (7/11/2023) ada beberapa sentimen baik dari external dan lokal yang penting diamati sebab bisa punya pengaruh pada gerak rupiah.

Pertama tiba dari China yang hendak melaunching data export-impor sampai neraca dagangnya di hari ini. Neraca dagang China September terdaftar sebesar US$77,71 miliar dari US$82,67 miliar pada masa yang masih sama tahun sebelumnya. Sementara kesepakatan memprediksi bisa terjadi peningkatan neraca dagang China jadi US$81,95 miliar dan makin perpanjang trend surplusnya.

Export dari China juga diprediksikan masih rendah walau mulai ada pembaruan yaitu terkontraksi 3,1% yoy dari era sebelumnya yang kontraksi 6,2% yoy. Begitupun dengan import yang masih lumayan rendah tetapi diekspektasikan lebih bagus yaitu kontraksi 5,4% yoy dari era sebelumnya kontraksi 6,2% yoy.

Data ini jadi penting dan perlu mendapatkan perhatian karena China adalah negara tujuan export khusus Indonesia. Oleh karena itu, bila export-impor China telah alami pembaruan, karena itu keinginan pada barang dari Indonesia akan alami pembaruan juga sampai ekonomi Indonesia akan terkerek naik.

Masih pada hari yang masih sama, AS akan melaunching data neraca dagang dan export-impor. Kesepakatan memandang jika neraca dagang AS tetap ada dalam zone negatif dengan dikuasai oleh import yang melewati export. Harapan pasar jika neraca dagang AS ada di minus US$60 miliar ataupun lebih dalam dibanding minus era sebelumnya yaitu US$58,3 miliar.

Seterusnya dari dalam negeri, akan launching data Persediaan devisa (cadev) untuk masa Oktober 2023.

Diketahui cadev Indonesia terlihat dalam trend pengurangan dalam beberapa bulan akhir. Data Bank Indonesia (BI) memperlihatkan posisi persediaan devisa per akhir September 2023 capai US$134,9 miliar, turun dari bulan awalnya US$137,1 miliar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pertemuan jurnalis Komite Kestabilan Mekanisme Keuangan (KSSK), Jumat (3/11/2023) menerangkan pengurangan persediaan devisa muncul karena keperluan untuk meredam penekanan global.

“Dahulu naik sampai US$ 139 miliar cadev saat inflow besar dan export kita besar semacam itu, nach kita pakai saat sudah pasti ada tekanan-tekanan global semacam ini ya lumrah itu ialah pengurangan,” jelasnya.

Cadev RI terkuras sekitaran Rp 10,3 miliar sepanjang 6 bulan berurut dari US$ 145,2 miliar pada Maret 2023 jadi US$ 134,9 miliar pada September 2023. Dengan pelemahan rupiah yang tajam pada Oktober 2023 karena itu cadev diprediksi akan balik turun pada Oktober tahun ini.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam pangkalan waktu /jam, sekarang rupiah telah ada dalam trend pengokohan yang cukup kuat, bahkan juga pada gerakan tempo hari, Senin (6/11/2023) terjadi jarak down yang lebih besar, posisi ini menjadi resistance yang penting diamati di Rp15.725/US$, walau demikian ada resistance dari tingkat psikis lebih dekat yang kekuatan dapat dites dalam periode pendek sebagai mengantisipasi pelemahan rupiah disekitaran Rp15.600/US$.

Selanjutnya ingat trend rupiah yang dalam pengokohan, karena itu kekuatan pengokohan kelanjutan bisa bersambung. Ini dapat diamati memakai dukungan paling dekat sebagai sasaran pengokohan periode pendek pada posisi Rp15.515/US$ yang dari low 2 Oktober 2023 atau juga bisa memakai posisi tingkat psikis Rp15.500/US$.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By