Menu

Rupiah Menguat 1,23% Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mata uang rupiah dibuka lompat ke posisi Rp15.468 per dolar AS saat bank sentra Amerika Serikat (The Fed) putuskan dengan suara bundar

Shandy Aulia 4 bulan ago 35

CNBC Media – Mata uang rupiah dibuka lompat ke posisi Rp15.468 per dolar AS saat bank sentra Amerika Serikat (The Fed) putuskan dengan suara bundar untuk menjaga suku bunga referensi federasi fund rate (FFR).

Berdasar data Bloomberg, mata uang rupiah hari ini dibuka kuat 1,23% atau 192,50 point ke tingkat Rp15.468 per dolar AS. Sementara itu index dolar Jeblok 0,22% ke posisi 102,332. Adapun beberapa mata uang teritori Asia yang lain bergerak bervariatif pada dolar AS.

Yen Jepang kuat 0,39%, won Korea naik 1,93%, peso Filipina kuat 0,70%, yuan China kuat 0,51%, ringgit Malaysia naik 0,96% dan bath Thailand naik 0,31%. Sementara itu rupee India menurun 0,02% pada dolar AS.

Mata uang rupiah yang kuat ini hari bersamaan dengan Federasi Open Pasar Committee (FOMC) putuskan dengan suara bundar untuk menjaga suku bunga referensi federasi fund rate (FFR) di range 5,25% – 5,5%.

Direktur Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan mata uang rupiah diprediksikan naik-turun tetapi ditutup menurun di bentang Rp15.640 sampai Rp15.710 per dolar AS pada perdagangan ini hari.

Aktor pasar masih tetap percaya jika The Fed akan menjaga suku bunga tidak. Tetapi pasar tenaga kerja yang kuat dan angka inflasi yang tidak konstan memunculkan ketidakjelasan berkenaan prospect bank sentra pada 2024.

“Nonfarm payrolls bertambah lebih dari prediksi di bulan November, sedangkan inflasi customer bertambah dan masih tetap jauh di atas sasaran tahunan The Fed sejumlah 2%,” tutur Ibrahim dalam penelitian d ikutip Kamis, (14/12/2023).

Ia menjelaskan, tiap signal hawkish dari The Fed kemungkinan akan memacu pengurangan tajam beberapa aset yang didorong dengan dampak negatif, yang sudah bertambah tajam sepanjang satu bulan paling akhir di tengah-tengah kepercayaan diri pada kutub The Fed.

Harga dana berjangka Fed memperlihatkan kesempatan 43% pengurangan suku bunga di bulan Maret, turun tajam dari 60% yang diprediksi pada pekan kemarin. Di Asia, pertanda memburuknya disinflasi di China mengakibatkan import komoditas menulis rugi besar pada minggu ini, karena pasar cemas jika memburuknya keadaan ekonomi paling besar di bumi ini akan kurangi keinginan.

Dari sentimen lokal, pasar terus mengawasi banyak komentar dari beberapa ekonom, yang tetap memberi komentar positif mengenai kemajuan ekonomi pada tahun 2024. Dan kemajuan ekonomi RI diprediksikan lebih lamban di tahun politik 2024, akan ada di range 4,9%-5% dibanding tahun 2023 yang diprediksikan 5%.

Salah satunya pemicunya rupiah menguat karena tahun depannya ada Pemilu yang membuat seluruh pihak waspada sampai beragam keadaan negara maju yang tetap alami kontraksi. Ibrahim menjelaskan inflasi umum diprediksikan turun pada 2024 di angka 2,5%-3%.

Tetapi, sebagai permasalahan ialah naiknya harga pangan yang mengakibatkan inflasi pangan semakin lebih tingggi. Konsumsi rumah tangga konstan akan condong menurun, investasi relatif konstan karena pelambatan karena faktor tahun politik diredam peraturan hilirisasi, export menurun karena surplusnya tipis, berbelanja pemerintahan kuat.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By