Menu
Rupiah Menguat 11 Poin Di Level Rp 15.494

Rupiah Menguat 11 Poin Di Level Rp 15.494

Kurs rupiah pada dolar AS ini hari, Kamis (7/12/2023), mempunyai potensi alami rebound sesudah tempo hari alami melemahnya

Shandy Aulia 4 bulan ago 10

CNBC Media – Kurs rupiah pada dolar AS ini hari, Kamis (7/12/2023), mempunyai potensi alami rebound sesudah tempo hari alami melemahnya. Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) kuat pada perdagangan ini hari, Rabu (6/12/2023).

Di saat yang masih sama, dolar AS malah terlihat menurun. Mencuplik data Bloomberg, rupiah ditutup kuat 11 point atau 0,07% ke arah tingkat Rp15.494 per dolar AS. Adapun index dolar AS terlihat menurun 0,14% ke posisi 103,90.

Dalam pada itu, mata uang lain di teritori Asia sebagian besar ditutup bervariatif. Won Korea, seumpama, turun 0,13%, dan Yen Jepang kuat 0,12%, dan yuan China menurun 0,13%. Adapun baht Thailand kuat 0,40%, dan ringgit Malaysia menurun 0,12%.

Direktur Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi gerakan nilai ganti rupiah pada Kamis (7/12/2023) tetap bergerak naik-turun tapi ditutup lagi kuat di bentang Rp15.460 – Rp15.550.

Menurut dia data JOLTs memperlihatkan lowongan kerja di AS turun pada Oktober. Ini tingkatkan keinginan sekalian batasi ruangan The Fed untuk menjaga suku bunga tinggi semakin lama.

“Walaupun pasar percaya jika The Fed tidak meningkatkan suku bunga kembali, ketidakjelasan berkenaan kapan persisnya bank sentra mulai akan turunkan suku bunga di tahun 2024 tetap jadi aspek terpenting ketidakjelasan,” katanya Rabu (6/12/2023).

Ia memandang jika ekonomi AS yang masih tetap kuat diprediksi jaga inflasi masih tetap konstan, sedangkan pasar tenaga kerja mungkin memerlukan waktu semakin lama untuk berkurang dibanding prediksi.

Beberapa pedagang memprediksi kemungkinan lebih dari 50% jika The Fed akan turunkan suku bunga tercepat pada Maret 2024. Tetapi, bank sentra beberapa menjaga retorikanya lebih tinggi untuk periode panjang.

Dari dalam negeri, tingkat inflasi pada Desember 2023 diprediksi bertambah dibanding bulan sebelumnya. Salah satunya pemicunya ialah Natal dan tahun baru, hingga secara transisi inflasi di tahun akhir condong naik khususnya pada produk yang karakternya bahan pangan.

Karena itu, pemerintahan disuruh waspada inflasi pangan karena Indonesia baru alami badai El Nino. Selain itu, pemerintahan perlu waspada inflasi karena naiknya keinginan di tengah-tengah penyelenggaraan kampanye ke arah pemilu 2024.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By