Menu
Rupiah Melemah Hingga Rp 15.650

Rupiah Melemah Hingga Rp 15.650

Rupiah bergerak lagi menurun 3 hari beruntun menantang dolar karena China dan Amerika Serikat (AS).

Shandy Aulia 5 bulan ago 13

CNBC Media – Rupiah bergerak lagi menurun 3 hari beruntun menantang dolar karena China dan Amerika Serikat (AS). Akankah ini hari ada pembalikan arah?

Merilis Refinitiv, nilai ganti rupiah pada akhirnya rupiah ditutup di angka Rp15.650/US$ atau menurun 0,03% di akhir perdagangan Kamis (9/11/2023). Ini adalah pelemahan yang terjadi sepanjang 3 hari berurut semenjak 7 November 2023.

Salah satunya penekanan pada rupiah tiba dari Negara China yang disebut partner dagang Indonesia. China menulis deflasi 0,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, dibanding angka yang datar di bulan awalnya dan prediksi pasar yang turun sebesar 0,1%, memperlihatkan jika beragam cara stimulan dari China tidak memberi banyak faedah saat menggairahkan pengeluaran keseluruhannya.

Disamping itu, suara hawkish muncul lagi dari the Fed saat pidato Jerome Powell tadi malam. Perlu dicurigai ini menjadi pukulan untuk rupiah ini hari.

Ketua Federasi Reserve Jerome Powell bicara pada Pertemuan Penelitian Tahunan Jacques Polak ke-24 di Washington, DC pada panel yang mengeksploitasi rintangan moneter dalam ekonomi global.

Panelis yang gabung dengan Powell termasuk Gita Gopinath, wakil direktur eksekutor pertama di IMF; Kenneth Rogoff, ketua ekonomi internasional Maurits C. Boas di Kampus Harvard, dan Amir Yaron, gubernur Bank Israel.

Pada acara itu, Powell menjelaskan dalam pidatonya di depan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, jika ada banyak usaha yang penting dilaksanakan dalam usaha menantang mahalnya harga minyak.

“Komite Pasar Terbuka Federasi memiliki komitmen untuk capai peraturan moneter yang ketat untuk turunkan inflasi sampai 2% seiring waktu berjalan, kami tidak percaya jika kami sudah capai sikap semacam itu,” papar Powell, d ikutip dari CNBC International.

Lebih labjut Powell menjelaskan bila dibutuhkan pengetatan peraturan selanjutnya, tidak sangsi untuk melakukan. “Tetapi, kami terus akan bergerak dengan berhati-hati, hingga memungkinkannya kami menangani dampak negatif disesatkan oleh data beberapa waktu yang baik, dan dampak negatif pengetatan yang terlalu berlebih. Peraturan moneter pada umumnya jalan sama sesuai dengan yang kita sedang pikirkan,” ucapnya.

Karena itu, pasar beberapa percaya jika The Fed akan meningkatkan suku bunga.

Pidato itu Powell berikan saat inflasi masihlah jauh di atas sasaran periode panjang The Fed walaupun telah jauh di bawah tingkat pucuknya pada babak pertama tahun 2022 yang sebelumnya sempat sentuh tingkat 9,1% (yoy) pada Juni 2022

Pengakuan Powell yang condong hawkish ini langsing membuat index dolar kuat lagi tajam ke 105,593 pada perdagangan tempo hari, dari 105,542 di hari sebelumnya.

Pengakuan Powell dan peningkatan index dolar AS jadi sirene bahaya untuk pasar keuangan Indonesia hingga IHSG, rupiah, dan SBN akan tertekan dan usai di zone merah pada perdagangan ini hari.

Pengakuan itu dicemaskan dapat memacu lagi ‘badai’ capital outflow dari Emerging Markets, seperti Indonesia. Walau sebenarnya, pasar keuangan Indonesia belum seutuhnya sembuh dari penekanan outflow.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam pangkalan waktu /jam, rupiah bergerak lagi dalam trend sideways saat terjadi pengokohan krusial sekian hari lalu. Sekarang ini rupiah sedang mengetes garis rerata sepanjang 20 jam dan 50 jam atau moving average (MA) 20 dan 50.

Jika tingkat sekarang ini tembus lagi ke atas atau menurun ada kekuatan akan mengetes resistance paling dekat ke garis MA seterusnya yakni MA100 ke posisi Rp15.690/US$.

Di sisi lain, aktor pasar perlu menyimak ada garis dukungan di Rp15.590/US$ yang dari garis horizontal berdasar low candle 5 November 2023 sebagai sasaran pengokohan paling dekat.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By