Menu
Rupiah Melemah 0,51 Persen Hingga Level Rp 15.693

Rupiah Melemah 0,51 Persen Hingga Level Rp 15.693

Nilai ganti rupiah ini hari berkesempatan menurun karena fluktuasi di pasar keuangan global termasuk dolar AS

Shandy Aulia 6 bulan ago 17

CNBC Media – Nilai ganti rupiah ini hari berkesempatan menurun karena fluktuasi di pasar keuangan global termasuk dolar AS sesudah eskalasi perang Israel versus Hamas yang semakin makin tambah meluas. Tempo hari (9/10/2023), nilai ganti rupiah usai menurun 0,51 % atau 79 point ke tingkat Rp15.692 per dolar AS.

Direktur Khusus PT Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memandang trend pelemahan nilai ganti rupiah pada dolar AS terjadi bersamaan dengan menghangatnya teritori Timur tengah selesai barisan Hamas Palestina mengirimi gempuran kejutan ke Israel pada Sabtu (7/10/2023).

Keadaan ini juga dicemaskan bisa memacu naiknya harga minyak mentah dunia. Saat harga minyak dunia melejit, lanjut Ibrahim, karena itu Indonesia perlu keluarkan dana lebih besar untuk mengimpor minyak mentah.

“Bila kemelut ini bersambung, karena itu ongkos import akan makin mahal dan bermakna BBM non bantuan akan makin mahal. Jika bahan bakar dinaikan, harga komoditas dalam negeri akan lebih mahal. Ini yang membuat rupiah menurun lagi,” papar ia saat dikontak Usaha, d ikutip Selasa (10/10/2023).

Adapun, Ibrahim memprediksikan jika sentimen perselisihan Israel dan Palestina akan buka kekuatan nilai ganti rupiah pada dolar AS menurun ke arah range Rp15.800 pada minggu ini.

Untuk ini hari, nilai rupiah diprediksikan condong naik-turun tetapi berkesempatan ditutup menurun di bentang Rp15.680- Rp15.760 per dolar AS. Di kontak terpisahkan, Pemerhati Pasar Keuangan Ariston Tjendra menjelaskan jika menurunnya rupiah pada mata uang AS jadi dampak dari makin membaiknya data ekonomi AS, misalkan seperti data tenaga kerja AS yang ada di atas harapan.

“Hasil ini memberikan indikasi keadaan ketenagakerjaan AS masih kompak dan memberikan dukungan peraturan suku bunga tinggi AS untuk mengontrol atau turunkan inflasi ke sasaran 2 %,” tambahnya.

Disamping itu, kuatnya index dolar AS didukung oleh sentimen perselisihan barisan Hamas Palestina dan Israel yang sudah mengakibatkan jatuhnya beberapa ribu korban jiwa. Keadaan ini akan membuat aktor pasar memperhitungkan kemungkinan ada eskalasi perselisihan.

Mencuplik Reuters, Selasa (10/10/2023), dolar AS terlihat menurun di awal perdagangan Selasa di Asia bersamaan dengan harapan suku bunga AS dan pengurangan imbal hasil obligasi AS karena investor mengetahui ada sedikit peralihan dovish dalam suara berbicara petinggi Federasi Reserve.

Investor siap-siap hadapi perselisihan berkelanjutan sesudah gempuran akhir minggu oleh militan Palestina, dan pembalasan Israel, yang sudah mengambil lebih dari 1.500 nyawa.

Walau begitu, komentar dari 2 petinggi Fed mengubah kondisi berkenaan prediksi suku bunga AS, sesudah menulis tindakan jual obligasi pemerintahan AS belakangan ini kemungkinan petinggi Th Fed pertimbangkan untuk menghapus peningkatan suku bunga selanjutnya.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By