Menu
Rupiah Melemah 0,32% Berakibat Investor Ramai Tarik Dana Dari RI

Rupiah Melemah 0,32% Berakibat Investor Ramai Tarik Dana Dari RI

Nilai ganti rupiah balik lagi ke tingkat Rp15.900/US$ pada dolar Amerika Serikat (AS) dan makin menurun karena saluran keluar pasar keuangan Tanah Air masih deras.

Shandy Aulia 6 bulan ago 16

CNBC Media – Nilai ganti rupiah balik lagi ke tingkat Rp15.900/US$ pada dolar Amerika Serikat (AS) dan makin menurun karena saluran keluar pasar keuangan Tanah Air masih deras.

Melasir data Refinitiv, mata uang Garuda sampai akhir perdagangan tempo hari, Kamis (26/10/2023) ditutup di angka Rp15.915/US$, menurun 0,32% secara harian. Pelemahan itu meneruskan perdagangan kemarin sebesar 0,13%.

Rupiah yang roboh searah dengan penekanan dari index dolar AS (DXY) yang kuat. Sampai tempo hari per jam 15.01 WIB, DXY terlihat naik 0,21% ke posisi 106,74. Semakin tinggi dibanding penutupan perdagangan kemarin di angka 106,52.

Saluran dana keluar pasar keuangan RI tetap jadi argumen rupiah yang bonyok. Terlihat pada pasar saham tempo hari jeblok cukup kronis, Index Harga Saham Kombinasi (IHSG) amblas 1,79% ke posisi 6714,51.

Secara harian per Kamis (26/7/2023) dari pasar saham sendiri mencatat asing net sell sejumlah Rp1,39 triliun di semua pasar, nilai itu mengakumulasi saluran asing keluar sepanjang satu minggu sejumlah Rp1,41 triliun.

Tidak itu saja, dari pasar obligasi untuk seri benchmark dengan tenor sepuluh tahun sampai akhir perdagangan tempo hari mencatat peningkatan yield sejumlah 11 pangkalan point (bps) ke posisi 7,2%,

Peningkatan yield kebalikannya dengan harga obligasi yang justru makin turun. Hal itu memperlihatkan obligasi referensi RI sedang dijual murah oleh investor.

Penekanan capital outflow yang terjadi di tanah air diperkirakan terjadi karena penekanan external yang bertambah searah dengan imbal hasil US Treasury tenor sepuluh tahun yang melesat bahkan juga capai 5% di awal minggu ini.

Sekarang ini US10 treasury ada di 4,97%. Posisi ini adalah yang paling tinggi semenjak Juli 2007. Peningkatan US Treasury tenor sepuluh tahun, yang dipandang seperti tempat berlindung yang aman di tengah-tengah ketidakjelasan ekonomi dan jadi referensi ongkos utang di penjuru dunia, didorong dengan beberapa investor yang memprediksi perkembangan AS terus bertahan saat hadapi transisi peningkatan suku bunga agresif Federasi Reserve.

Tidak itu saja, launching kemajuan ekonomi AS untuk kwartal III/2023 tadi malam memperlihatkan hasil di atas harapan. Merilis data yang dikeluarkan US Bureau of Economic Analysis, ekonomi AS tumbuh sejumlah 4,9% secara tahunan pada kwartal ke-3 tahun 2023, paling besar semenjak kwartal paling akhir tahun 2021 dan di atas prediksi pasar sejumlah 4,3% dan pengembangan sejumlah 2,1% pada kwartal ke-2 , menurut prediksi awalnya.

Keadaan ekonomi AS yang tumbuh positif memperlihatkan dampak negatif krisis makin kurang dan daya membeli warga masih lumayan terbangun. Dengan demikian, inflasi masih kekuatan susah untuk di turunkan sama sesuai sasaran bank sentra negeri paman Sam, The Federasi Reserve (The Fed) sejumlah 2%.

Inflasi yang susah turun masih kekuatan dapat memacu the Fed untuk selalu hawkish pada peraturan moneternya hingga dolar AS akan kuat di selama setahun ini. Kita masih butuh waspada nilai ganti rupiah yang kekuatan dapat bergetar kembali karena penekanan dari dolar AS.

Teknikal Rupiah

Gerakan rupiah saat menantang dolar AS masih juga dalam trend pelemahannya, secara teknikal dalam pangkalan waktu /jam posisi rupiah sekarang menurun searah dengan gerakan garis rerata sepanjang 20 jam dan 50 jam atau moving average 20 dan 50 (MA20 dan MA50).

Dengan demikian, posisi dukungan paling dekat jika rupiah dapat kuat dapat diamati pada Rp15.900/US$, posisi ini bersisihan dengan MA20 sekalian jadi dukungan berdasar tingkat psikis.

Walau begitu, karena trend pelemahan yang kuat ada kekuatan rupiah bisa lanjut menurun, sekurang-kurangnya ke Rp15.960/US$. Posisi itu diambil dari high candle 23 Oktober 2023, bila posisi itu ditembus kekuatan rupiah mengetes Rp16.000/US$ semakin memungkinkannya.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By