Menu
Rupiah Melemah 0,13% Senasib Dengan Mata Uang Asia Lainnya

Rupiah Melemah 0,13% Senasib Dengan Mata Uang Asia Lainnya

Nilai mata uang rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) diperhitungkan meneruskan pelemahan pada perdagangan ini hari, Kamis (26/10/2023)

Shandy Aulia 6 bulan ago 21

CNBC Media – Nilai mata uang rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) diperhitungkan meneruskan pelemahan pada perdagangan ini hari, Kamis (26/10/2023). Direktur Untung Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan mata uang rupiah diperhitungkan akan bergerak naik-turun pada perdagangan Kamis (26/10/2023) serta beresiko ditutup menurun di bentang Rp15.850-Rp15.930 per dolar AS.

Pada Rabu (25/10/2023) waktu 15.15 WIB, rupiah menurun lagi ke posisi Rp15.870 per dolar AS atau turun 0,13% seusai sukses ditutup kuat tempo hari. Pelemahan rupiah terjadi saat index dolar AS terdaftar turun tipis 0,01% atau 0,01 ketujuan 106,26.

Sama nasib dengan rupiah hari ini, sebagian besar mata uang lain di teritori Asia pun termonitor menurun di depan dolar AS. Misalnya won Korea yang menurun 0,47%, setelah itu peso Filipina menurun 0,17%, dolar Taiwan turun 0,31%, sampai yuan China yang terevisi 0,06%. Di lain sisi, beberapa mata uang lain sukses ditutup kuat di akhir perdagangan ini hari. Umpamanya yen Jepang yang meningkat tipis 0,01%, dolar Hong Kong kuat 0,01%, dolar Singapura kuat 0,01%, rupee India naik 0,04%, ringgit Malaysia 0,05%, dan baht Thailand menurun 0,07%.

Kenaikan obligasi munculkan lagi kekuatiran jika suku bunga Federasi Reserve (The Fed) bisa bertahan makin tinggi buat waktu yang tambah lama. Ibrahim Assuaibi menuturkan, nilai ubah rupiah pada dolar AS menurun lagi sejalan dengan menghangatnya keadaan geopolitik Timur tengah yang memacu terdapatnya ketidaktetapan dari keadaan ekonomi global.

Masalah ini lantas selanjutnya beresiko pada naiknya harga minyak mentah dunia serta pengurangan tingkat konsumsi warga. “Buat menolong menambah konsumsi warga, pemerintahan sudah mempersiapkan beberapa paket kebijaksanaan ekonomi buat mengontrol kemajuan ekonomi, berwujud beberapa dorongan yang bakal di gelontorkan diantaranya dorongan pajak bertambahnya nilai (PPN) buat property, kontribusi beras, sampai kontribusi secara langsung tunai (BLT),” tulisnya dalam analisa harian, Rabu (25/10/2023).

Di lain sisi, gerakan rupiah ini hari pun dikontrol oleh sikap pasar yang menanti kode eknomi seterusnya dari AS, terlebih berkaitan data produk lokal bruto (PDB) kwartal III/2023 yang bakal dikeluarkan pada Kamis (26/10/2023). Tanda-tandanya ketahanan data ekonomi AS akan berikan Federasi Reserve (The Fed) bisa lebih banyak ruangan buat membela suku bunga yang tambah tinggi dalam periode waktu bertambah lama.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By