Menu
Rupiah Kuat Di Asia Pada Level Rp 15.488

Rupiah Kuat Di Asia Pada Level Rp 15.488

Mata uang rupiah dibuka kuat di depan greenback pada tengah minggu ini, Rabu (6/12/223). Rupiah dibuka gagah bersama tiga mata uang Asia yang lain

Shandy Aulia 4 bulan ago 13

CNBC Media – Mata uang rupiah dibuka kuat di depan greenback pada tengah minggu ini, Rabu (6/12/223). Rupiah dibuka gagah bersama tiga mata uang Asia yang lain. Berdasar data Bloomberg, rupiah dibuka kuat 0,11% atau 16,5 point ke tingkat Rp15.488,5 per dolar AS.

Dalam pada itu, index dolar AS turun 0,09% ke tingkat 103,9. Mata uang Asia yang lain yang kuat bersama rupiah ini hari ialah dolar Hong Kong yang naik 0,04%, dolar Singapura naik 0,03%, dan baht Thailand naik 0,03%.

Dalam pada itu, mata uang Asia yang lain menurun seperti yen Jepang turun 0,07%, won Korea Selatan turun 0,10%, dan yuan China turun0,14%.

Awalnya, Direktur PT Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan jika melemahnya rupiah disebabkan mengantisipasi data khusus nonfarm payrolls bulan November, yang hendak di-launching minggu ini.

Hal tersebut membuat pasar cukup kurangi kepercayaan diri atas pengurangan suku bunga oleh The Fed. Disamping itu, harga Fed Fund berjangka memperlihatkan beberapa pedagang sekarang memprediksi kesempatan sejumlah 49% jika bank sentra akan memotong suku bunga pada Maret 2024, turun dengan signifikan dari kesempatan 60% yang kelihatan awalnya minggu.

“Ketidakjelasan ini menolong dolar kembali sembuh dari posisi paling rendah belakangan ini,” tutur Ibrahim dalam penelitian sehari-hari, Selasa (5/12/2023). Dari dalam negeri, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengoreksi ke atas prediksi perkembangan perekonomian Indonesia jadi 4,9% pada 2023.

Pada 29 November 2023, OECD memberikan laporan jika perkembangan perekonomian Indonesia pada 2023 alami kenaikan, dari yang pernah sejumlah 4,7% sekarang diprediksikan jadi 4,9%. Dalam pada itu, untuk tahun 2024, OECD tingkatkan prediksinya dari yang sejumlah 5,1% jadi 5,2% untuk tahun depannya.

Adapun tahun 2025 diprediksikan sejumlah 5,2%. Dalam laporannya, OECD menjelaskan Indonesia akan menjaga kemajuan ekonomi yang cepat dan konstan. Disokong dengan keadaan pasar tenaga kerja yang lebih bagus dan inflasi lebih rendah. Sentimen investor diprediksikan memberikan dukungan konsumsi dan investasi.

Ibrahim memprediksi gerakan nilai ganti rupiah di hari ini, Rabu (6/12/2023) tetap bergerak naik-turun tapi ditutup lagi menurun di bentang Rp15.480-Rp15.550.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By