Menu
Rupiah Kemungkinan Menguat Hingga Rp 15.490

Rupiah Kemungkinan Menguat Hingga Rp 15.490

Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ini hari mempunyai potensi lagi teruskan trend pengokohan sesudah data ekonomi makin membaik.

Shandy Aulia 5 bulan ago 50

CNBC Media – Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ini hari mempunyai potensi lagi teruskan trend pengokohan sesudah data ekonomi makin membaik. Rupiah ditutup kuat pada tempo hari, Rabu (15/11/2023).

Pengokohan ini terjadi sesudah inflasi index harga customer AS tumbuh lebih rendah dari prediksi. Mencuplik data Bloomberg, rupiah ditutup kuat 160,50 point atau 1,02% ke arah tingkat Rp15.534 per dolar AS.

Adapun index dolar AS mengaut 0,13% ke 104,18. Mata uang lain di teritori Asia sebagian besar kuat. Won Korea, seumpama, kuat 2,12%, Yen Jepang turun 0,20%, dan yuan China kuat 0,18%. Adapun baht Thailand kuat 0,14%, dolar Singapura tumbuh 0,05%, ringgit Malaysia naik 1,12%.

Direktur Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi sampaikan jika pengokohan rupiah tidak lepas dari data inflasi index harga customer (CPI) AS tumbuh lebih rendah dari prediksi di bulan Oktober.

“Hingga menggerakkan pertaruhan jika The Fed akan mempunyai sedikit dorongan untuk meningkatkan suku bunga selanjutnya,” katanya dalam penelitian harian, Kamis (16/11/2023).

Ia menjelaskan jika inflasi yang bergerak statis sudah jadi rintangan khusus untuk The Fed saat menjaga sikap hawkish, khususnya selesai inflasi bertambah lebih dari prediksi di bulan Agustus dan September.

“Tetapi, ingat The Fed memberikan kode jika peningkatan suku bunga di masa datang beberapa akan tergantung pada lajur inflasi, pembacaan bulan Oktober kurangi harapan peningkatan suku bunga,” ujarnya.

Ketua Fed Jerome Powell dan pembikin peraturan yang lain pada beberapa hari akhir sudah coba menantang harapan jika bank sentra AS sudah menuntaskan transisi peningkatan suku bunganya yang agresif.

Menurut alat FedWatch CME, kontrak berjangka memperlihatkan lebih dari 68% hingga kemungkinan The Fed akan memotong suku bunga utang tadi malam sejumlah 25 pangkalan point atau lebih dari Mei kedepan.

Dari segi intern, Neraca Perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 surplus sebesar US$3,48 miliar, semakin tinggi dibanding September 2023 yang capai US$3,42 miliar. Surplus ini didukung oleh export sebesar US$22,15 miliar, sedangkan import US$18,67 miliar.

Dengan neraca perdagangan kembali surplus karena itu Indonesia telah mencatatkan surplus sepanjang 42 bulan berurut. Surplus 42 bulan akhir di zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyamakan perolehan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ibrahim memprediksi gerakan mata uang rupiah pada perdagangan esok, Kamis (16/11) akan naik-turun tapi ditutup kuat pada bentang Rp15.490 sampai Rp15.570

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By