Menu
Rupiah Diperkirakan Terus Perkasa Hari Ini

Rupiah Diperkirakan Terus Perkasa Hari Ini

Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ditutup kuat pada Jumat (22/12/2023). Di saat yang masih sama, dolar AS mencatat melemahnya

Shandy Aulia 4 bulan ago 14

CNBC Media – Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ditutup kuat pada Jumat (22/12/2023). Di saat yang masih sama, dolar AS mencatat melemahnya. Mencuplik data Bloomberg, rupiah hari ini ditutup kuat 41 point atau 0,26% ke arah tingkat Rp15.484 per dolar AS.

Adapun index dolar AS menurun sebesar 0,10% ke posisi 101,74. Dalam pada itu, mata uang lain di teritori Asia sebagian besar ditutup kuat. Won Korea, seumpama, kuat 0,18%, di ikuti yen Jepang menurun sebesar 0,22%. Adapun yuan China kuat 0,10%, peso Filipina naik 0,38%, dan ringgit Malaysia kuat 0,49%.

Direktur PT Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan dolar ada di titik paling rendah dalam empat bulan dengan konsentrasi inflasi PCE Index dolar dan index dolar berjangka sedikit bergerak dalam perdagangan Asia, sesudah terbenam rupiah ke tingkat terlemahnya sejak awal kali Agustus.

“Sedikit koreksi ke bawah pada PDB AS kwartal ke-3 membuat beberapa pedagang jadi lebih percaya diri pada pengurangan suku bunga pada 2024, walaupun angka itu tetap menggambarkan perkembangan yang kuat dalam ekonomi AS,” katanya dalam penelitian, Jumat (22/12/2023).

Menurut dia, konsentrasi nilai kurs rupiah sekarang ini tertuju pada data index harga PCE. Angka itu diprediksi memperlihatkan kekakuan inflasi AS yang terus-terusan memberikan The Fed semakin banyak dorongan untuk menjaga suku bunga semakin tinggi dalam periode waktu semakin lama.

Dari dalam negeri, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan optimis pada outlook ekonomi Indonesia 2024. Menurut dia, Indonesia mempunyai modal ekonomi dan politik. Masuk tahun 2024 ini kita tidak punyai argumen tidak untuk percaya diri.

Ada banyak tanda perekonomian Indonesia yang membuat kemajuan ekonomi percaya diri di atas 5%. Contohnya, kemajuan ekonomi tetap di range 5% ataupun lebih tinggi dari rerata global yang cuma 2,9%.

Inflasi tetap di angka 2,86% atau di bawah tingkat inflasi global 7,2%. Selain itu, sejumlah tanda lain jadi argumen dibalik kepercayaan diri pemerintahan, seperti naiknya tingkat peresapan tenaga kerja nasional, yaitu 4,lima juta orang dari Agustus 2022 ke Agustus 2023, dan PMI manufacturing di tingkat pengembanganf yaitu 51,7.

“Disamping itu, surplus neraca dagang 43 bulan beruntun, dan Index Kepercayaan Customer November 2023 di angka 123,6,” kata Ibrahim. Ibrahim memprediksi gerakan nilai ganti rupiah pada Senin (25/12/2023) tetap bergerak naik-turun tapi ditutup kuat di bentang Rp15.460 – Rp15.560.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By