Menu
Rupiah Diperkirakan Menguat Hingga 0,31%

Rupiah Diperkirakan Menguat Hingga 0,31%

Nilai ganti rupiah ditutup kuat, Senin (20/11). Di pasar spot, rupiah kuat 0,31% ke Rp 15.445 per dolar Amerika Serikat (AS)

Shandy Aulia 5 bulan ago 26

CNBC Media – Nilai ganti rupiah ditutup kuat, Senin (20/11). Di pasar spot, rupiah kuat 0,31% ke Rp 15.445 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) kuat 0,55% ke Rp 15.419 per dolar AS.

Tidak cuma Indonesia, sebagian besar mata uang Asia kuat pada dolar AS sesudah menerpainya inflasi AS dan kepercayaan diri pasar berkaitan peraturan suku bunga The Fed. Data inflasi AS memperlihatkan pengurangan ke 3,2%, memacu pertaruhan jika The Fed mungkin tidak meningkatkan suku bunga serta dapat lakukan pengurangan.

Walaupun sasaran inflasi The Fed ialah 2%, sejumlah riset memiliki pendapat jika pengurangan suku bunga mungkin belum dekat. Aktor pasar memproyeksikan The Fed akan meredam suku bunga pada Desember 2023 dan Januari 2024, dengan kemungkinan pemangkasan pertama pada Mei 2024.

Pasar memberi respon dengan pengurangan dolar AS dan imbal dari hasil US Treasury, tercermin dalam harapan aktor pasar lewat CME Fedwatch. Prediksi memperlihatkan kemungkinan pengurangan suku bunga pada Mei dan Juli, dengan kekuatan dua pemangkasan kembali sampai akhir 2024.

“Investor memperhitungkan pidato less hawkish dari Powell dalam risalah tatap muka FOMC minggu ini,” tutur pemerhati komoditas dan mata uang Lukman Leong ke Kontan.co.id, Senin (20/11).

Karena itu, dia memprediksi rupiah mempunyai potensi lanjut kuat bersamaan dolar AS yang akan tertekan. Ini susul rangkaian data ekonomi lebih kurang kuat dari AS.

“Sekarang ini investor menunggu data neraca transaksi bisnis jalan Indonesia kwartal III,” tambahnya.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memandang, sentimen dari dalam negeri itu mempunyai potensi lemahkan rupiah. Karena harapannya data transaksi bisnis jalan akan minus.

“Saya berekspektasi bakal ada minus lebih kronis dibanding minus di kwartal II hingga penekanan pada rupiah lumayan besar,” ucapnya.

Fikri mengekspektasikan minus di kwartal III ini senilai US$ 5 miliar. Adapun minus di kwartal II tempo hari senilai US$ 1,9 miliar.

Karena itu, dia memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam bentang Rp 15.500 – Rp 15.600 per dolar AS. Sementara Lukman memproyeksikan rupiah pada bentang Rp 15.400 – Rp 15.500 per dolar AS.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By