Menu
Rupiah Anjlok Melemah Di Kisaran Rp 15.560

Rupiah Anjlok Melemah Di Kisaran Rp 15.560

Nilai ganti rupiah pada dolar AS beresiko meneruskan pelemahannya di range Rp15.500- Rp15.560 pada perdagangan ini hari, Jumat (22/12/2023),

Shandy Aulia 4 bulan ago 13

CNBC Media – Nilai ganti rupiah pada dolar AS beresiko meneruskan pelemahannya di range Rp15.500- Rp15.560 pada perdagangan ini hari, Jumat (22/12/2023), selesai Bank Indonesia (BI) meredam suku bunga referensi di tingkat 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) masa 20-21 Desember 2023.

Pada perdagangan Kamis (21/12/2023) jam 15.10 WIB, rupiah hari ini ditutup turun tipis 0,09% atau 14 point ke Rp15.525 per dolar AS sementara index dolar AS yang menghitung kemampuan greenback terevisi 0,05% atau 0,05 point ke 102,36.

Direktur Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan keputusan BI menjaga suku bunga referensi dipandang masih tetap stabil dengan peraturan moneter yang prostability, untuk pengokohan stabilisasi nilai ganti rupiah dan cara pre-emptive dan forward looking untuk pastikan inflasi masih tetap teratasi pada target 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024.

Selanjutnya rupiah melemah ada beberapa faktor yang membuat BI menjaga suku bunga referensinya. Pertama, tingkat inflasi pada November 2023 terdaftar sejumlah 2,86 % (yoy), bertambah dari 2,56 % yoy dibanding bulan sebelumnya.

Naiknya harga bahan makanan tercermin dari elemen harga naik-turun yang mencatat inflasi sejumlah 7,59 % (yoy) pada November 2023, kenaikan krusial dari 5,54 % (yoy) di bulan sebelumnya.

“Faktor ke-2 dari segi external, yaitu surplus perdagangan berkurang ke US$2,41 miliar pada November 2023 dari US$3,48 miliar pada sebelumnya. Penyempitan surplus perdagangan terpengaruhi oleh gabungan turunnya export dan bertambahnya import sepanjang bulan kemarin,” kata Ibrahim dalam penelitiannnya, d ikutip Jumat (22/12/2023).

Dari segi external, lanjut Ibrahim, taruhan pengurangan suku bunga Bank Sentra Amerika Serikat Federasi Reserve pada Maret 2024 masih tetap ada. Pasar menunggu beberapa data ekonomi yang hendak di-launching minggu ini, termasuk kemampuan ekonomi AS yang memberikan The Fed semakin banyak ruangan untuk menjaga suku bunga semakin tinggi dalam periode waktu semakin lama.

“Data claim pengangguran mingguan AS akan di-launching pada Kamis, sedangkan pembacaan index harga PCE – alat pengukuran inflasi opsi The Fed – akan di-launching di hari Jumat,” kata Ibrahim.

Ibrahim menambah inflasi dan kemampuan pasar tenaga kerja AS adalah point khusus sebagai pembicaraan untuk The Fed, karena ke-2 bidang itu sudah memperlihatkan ketahanan yang mengagetkan pada beberapa bulan akhir.

Di Asia, Bank Masyarakat China (PBOC) menjaga suku bunga utang referensinya pada rekor paling rendah minggu ini, karena bank itu kesusahan jaga kesetimbangan di antara menggerakkan kemajuan ekonomi dan membendung melemahnya mata uangnya.

“Hal itu yang membuat pasar masih tetap resah berkenaan prospect ekonomi Tiongkok yang tetap menurun karena kritis proferti yang hingga kini masih tidak ada titik pemyelesaian,” terangnya. Ibrahim memprediksikan nilai ganti rupiah ini hari akan bergerak naik-turun tetapi berkesempatan ditutup menurun di range Rp15.500- Rp15.560 per dolar AS.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By