Menu
Resmi Besok Tiktok Shop Ditutup: Nasib Pedagang Pasar dan E-Commerce Dipertaruhkan

Resmi Besok Tiktok Shop Ditutup: Nasib Pedagang Pasar dan E-Commerce Dipertaruhkan

Salah satu platform media sosial dan e-commerce, menuai banyak polemik di masyarakat. Imbasnya tak lain karena keberadaan Tiktok Shop membuat pedagang-pedagang di pasar mengalami penurunan omset

Iksan Maulani 7 bulan ago 24

CNBC Media – Salah satu platform media sosial dan e-commerce, menuai banyak polemik di masyarakat. Imbasnya tak lain karena keberadaan Tiktok Shop membuat pedagang-pedagang di pasar mengalami penurunan omset, khususnya pedagang yang bergelut di bidang pakaian.

Pedagang pasar menilai keberadaan Tiktok Shop sebagai media sosial sekaligus e-commerce merusak pendapatan.

Sebenernya pedagang pasar juga sudah mencoba untuk berjualan di Tiktok Shop, namun algoritma ketika live streaming untuk promosinya, kalah saing oleh kehadiran artis di platform tersebut.

Alhasil para pedagang hanya bisa gigit jari karena dagangannya sedikit yang terjual, bahkan ada yang tak laku sama sekali.

Lebih lanjut, produk-produk impor yang menguasai platform tersebut memperparahnya. Dengan harga produk impor yang murah, membuat produk lokal kalah saing, karena harganya berbanding jauh.

Dengan persoalan tersebut, para pedagang meminta kepada pemerintah untuk menutup Tiktok Shop. Harapan pedagang pasar, agar pasar kembali ramai sangatlah besar, mengingat sepihnya pasar telah berlangsung lama. Kalaupun ramai, hanya di hari-hari besar, seperti bulan puasa, hari raya, atau libur-libur besar lainnya.

Akhirnya pada 26 Desember 2023 pemerintah melalui  Kementerian Perdagangan (kemendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang perizinan berusaha, periklanan usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik, resmi dibuat undang-undang.

Zulkilfi Hasan selaku kemendag, penjabutan izin Tiktok Shop berlaku Rabu (4/10) besok. Nantinya Tiktok Shop hanya boleh sebagai media promosi bukan penjualan.

Masalah Tiktok Shop Sehingga Harus Ditutup

Hadirnya E-Commers termasuk bagian dari kemajuan teknologi di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, bahwa E-Commers telah membuka lapangan kerja. Dari mulai tim marketing,  tim produksi, tim packing, hingga kurir yang mengantar produk kepada pelanggan.

Banyak UMKM yang menjual berbagai prodak rumahan, dari makanan, minuman dan lainnya bergantung pada platform asal China tersebut. Kendati demikan dengan penutupan Tiktok Shop ini apakah para UMKM bisa bertahan?

Penutupan Tiktok Shop yang di latar belakangi oleh sepinya pedagang menjadi pro kontra, kondisi ini juga karena masyarakat Indonesia yang sudah berbelanja secara online, apalagi kebiasaan tersebut semakin menambah akibat adanya Covid-19.

e-commers seperti Tiktok Shop juga memiliki banyak produk yang bisa dipilih, berbeda jauh ketika di pasar, yang memiliki barang terbatas. Masyarakat juga semakin diuntungkan karena tak perlu repot-repot ke pasar, dan menawar barang yang ingin dibeli.

Meskipun memiliki banyak keuntungan, namun nyatanya hadirnya e-commerce seperti Tiktok Shop telah menggerus usaha pedagang pasar. Dengan kebijakan kemendag ini, diharapkan pedagang pasar bisa bernafas lagi, dan geliat perekonomian terus mengalir. Namun, apakah peraturan ini akan berpengaruh dengan pembeli di pasar, atau justru masih sama, dan malah menutup perekonomian pedagan di e-commerce.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By