Menu

Penyebab Ribuan Rekening Bank Berkaitan Dengan Judi Online Diblokir

Untuk menangani ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah lakukan pemutusan akses dan/atau penghilangan (takedown) pada 60.582 content permainan judi online.

Shandy Aulia 7 bulan ago 57

Untuk menangani ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah lakukan pemutusan akses dan/atau penghilangan (takedown) pada 60.582 content permainan judi online. Disamping itu, buat menekan transaksi bisnis berkaitan taruhan online, Kominfo secara resmi sudah minta Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) di tanggal 18 September 2023 untuk lakukan penutupan rekening yang terturut.

Pemerintahan sedang terus-menerus menantang taruhan online yang sudah bikin rugi khalayak luas sampai Rp 27 triliun. Bahkan juga, Laporan Pusat Laporan dan Analitis Transaksi bisnis Keuangan (PPATK) mengatakan keseluruhan transaksi bisnis taruhan online di Indonesia diprediksi capai Rp 200 triliun.

Ribuan Rekening Bank Berkaitan Dengan Judi Online Diblokir

Lalu bagaimanakah pertama kali pemerintahan temukan rekening berkaitan taruhan online?

Adapun sampai Juli 2023, nyaris 2.000 rekening bank disampaikan berkaitan permainan judi online. Jumlah pengaduan itu sekitar sejak awal kali tahun sampai Juli 2023 atau sekitaran tujuh bulan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan faksinya terima 1.859 pengaduan pendayagunaan rekening perbankan.

Jumlah itu memimpin pengaduan rekening yang digunakan untuk kebutuhan pelanggaran hukum.

Dalam pada itu, tindakan ‘bersih-bersih’ dilaksanakan pada contact dan rekening berkaitan taruhan online. Pada 11 September lalu, Kominfo umumkan ada 8.823 contact dan rekening sudah diketemukan sepanjang 23 Juli 2023 sampai 6 September 2023.

Faksi bank sudah disuruh untuk memblok atau masukkan pada blacklist pada 176 nomor rekening atau akun bank yang diperhitungkan terturut taruhan online sepanjang bulan Agustus kemarin.

Selanjutnya pada 18 September 2023, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi menyuratkan OJK. Surat itu dalam rencana pembasmian tindakan taruhan online.

Ditulis berkenaan permintaan penutupan rekening bank berkaitan taruhan online. Surat itu diperlihatkan untuk Ketua OJK, Mahendra Siregar.

Budi tuliskan dalam surat itu, faksi Kominfo temukan beberapa rekening perbankan yang dipakai dalam kegiatan taruhan online. Karena itu, Budi minta OJK agar dapat memblok beberapa rekening bank yang dipakai dalam kegiatan taruhan online.

OJK juga menyongsong baik Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebutkan usaha tegakkan kredibilitas mekanisme perbankan adalah tanggung-jawab seluruh pihak berkaitan.

Per tanggal 21 September 2023, sudah dilaksanakan penutupan sekitar 201 rekening bank dan 1.931 rekening yang lain sedang diolah oleh OJK.

Tanggapan Perbankan

Perbankan juga menyongsong baik ketentuan ini. Direktur Khusus PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) Taswin Zakaria menjelaskan instruksi peraturan blokir rekening taruhan online ini sangatlah baik, dan faksinya benar-benar memberikan dukungan peraturan know your konsumen (KYC).

“Saya berpikir itu instruksi peraturan yang baik. Karena kita benar-benar memberikan dukungan keutamaan KYC, kita setuju untuk memberantas money laundering dan aktivitas tipe,” katanya di Fairmont Hotel, Senin (25/9/2023).

Tetapi, yang paling penting menurut Taswin, detail dari ketentuan ini harus dipertegas lebih dulu. Ini agar bank bisa ambil perlakuan dengan tepat.

Penyebab Ribuan Rekening Bank Berkaitan Dengan Judi Online Diblokir

“Jika salah kelak kami memblok rekening orang, kelak pada akhirnya menjadi permasalahan,” ucapnya.

Dalam pada itu, Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia Harapman Kasan akui selama ini faksinya belum temukan transaksi bisnis yang terkait dengan taruhan online. Karena, di saat pembukaan rekening di UOB Indonesia, faksinya mengaplikasikan peraturan KYC.

“Saya pikir jika kita bahas ini kan berkenaan basic KYC. Karena di saat kita lakukan pembukaan rekening kita kan due diligence, siapa nasabah kita? Perusahaannya di mana? Kan kita harus bertemu ini. Kita harus lihatin. Ya, menjadi jika misalkan usahanya itu kita tidak percaya, ya tidak kita membuka [rekeningnya],” kata Harapman di UOB Plaza, Senin (25/9/2023).

Begitupun dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang mengatakan tidak buka rekening yang tersambung dengan taruhan online bagus untuk merchant atau perusahaan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan faksinya akan secara langsung tutup rekening berkaitan taruhan online, jika kedapatan.

“Jika ada info berkaitan itu yang tidak kami kenali pada awal pembukaan rekening, maka kami tutup,” katanya saat dikontak CNBC Indonesia, Senin (25/9/2023).

Sama seperti dengan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) atau OK Bank yang siap melakukan perintah OJK berkaitan rekening berkaitan taruhan online. Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah akui sekarang ini tidak ada rekening yang diindikasi berkaitan taruhan online.

“Jika kami temukannya, kami akan melakukan perintah OJK seperti mestinya,” ucapnya saat dikontak CNBC Indonesia, Senin (25/9/2023).

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By