Menu
Peningkatan Ekspor OPEC Sebabkan Penurunan Harga Minyak

Peningkatan Ekspor OPEC Sebabkan Penurunan Harga Minyak

minyak turun ke posisi terendahnya sejak akhir Juli karena indikasi data ekonomi China yang beragam, dan peningkatan ekspor dari OPEC.

Iksan Maulani 5 bulan ago 9

CNBC Media – Minyak dikabarkan turun pada perdagangan yang dilakukan Selasa atau Rabu waktu Indonesia.

Mengutip dari laman antaranews minyak turun ke posisi terendahnya sejak akhir Juli karena indikasi data ekonomi China yang beragam, dan peningkatan ekspor dari OPEC.

Alhasil pasar mulai ada pengetatan imbal balik dari penurunan ini, yang meredakan kekhawatiran, ditambah dengan penguatan dollar AS.

Dalam penutupan tersebut, minyak mentah berjangka Brent di bawah angka 84 dolar AS per barel, dan untuk pertama kalinya sejak Hamas pada 7 Oktober melakukan serangan ke Israel.

Kendati demikian Brent turun di angka 3,57 dolar AS atau setara 4,2% ke posisi 81,61 dolar AS perbarel. Di lain sisi minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 3,45 dolae AS atau setara 4,3% menjadi 77,37 dolar per barel.

Dalam analisis UBS Giovanni Stauno menyatakan kondisi pemulihan ekspor minyak dari OPEC berakibat pada menambahnya tekanan pada harga minyak.

Lebih jauh, premi kontrak pemuatan pada bulan depan Bren bakal dibandingkan dengan kontrak pemuatan dalam enam bulan yang berada pada titik terendahnya dalam kurun 2,5 bulan.

Lebih lanjut, ini menunjukkan berkurangnya kekhawatiran terhadap deficit sektor pasokan.

Demikian, dari permintaan impor minyak mentah China pada Oktober menunjukkan pertumbuhan yang kuat, akan tetapi total ekspor barang dan jasa mengalami goncangan yang lebih cepat dari perkiraan.

Sedangkan pada stok minyak mentah AS dikabarkan naik hampir 12 juta barel pada pekan lalu, menurut sumber pasar yang mengutip data American Institue.

Dari Badan Informasi Energy AS pun sekarang memperkirakan total konsymsi minyak bumi di negara tersebut bakal turun sebesar 300.000 barel per hari.

Artinya ini akan mengembalikkan perkiraan sebelumnya yang memperkirakan kenaikkan sebesar 100.000 per barel dalam tempo per hari.

Berkat memudarnya harapan para investor terhadap puncak suku bunga global dan juga membantu mengangkat dollar AS dari posisi terburuknya baru-baru ini.

Dengan demikian, membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, menuut analisis Mizuho Robert Yawger mengatakan, ada kekhawatriran di pasar minyak mengenai peningkatan pasokan dengan penurunan permintaan. Dan pasar saat ini pun sedang dalam masa ketat.

Dengan kondisi yang ada artinya para investor harus mempertimbangkan pilihan mereka, disatu sisi lainnya, terpuruknya dollar AS menambah sederet masalah bagi minyak mentah.

Ditambah dengan kebijakan The Fed, dan kawasan Asia yang mulai dalam fase pemulihan, dan perbaikan ekonomi yang berkelanjutan.

Dan kabarnya ini akan berlangsung dalam tempo yang cukup lama, patut ditunggu apakah minyak dapat menaikkan level, namun ini semua akan berdampak pada kompditas pokok di negara-negara yang akan melonjak.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By