Menu

Pemerintah Buat Proyek New Bromo Usai Insiden Kebakaran Bromo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah melakukan rehabilitasi Kawasan Gunung Bromo pasca-kebakaran.

Shandy Aulia 7 bulan ago 24

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah melakukan rehabilitasi Kawasan Gunung Bromo pasca-kebakaran.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya, mengatakan bahwa KLHK melakukan empat jenis rehabilitasi untuk “New Bromo”, yakni rehabilitasi fisik, rehabilitasi ekonomi, rehabilitasi sosial, dan rehabilitasi manajemen.

“Saat ini sudah memasuki rehabilitas fisik, yaitu penanaman pohon, pembibitan pohon, dan juga peningkatan sarpras (sarana prasarana) dengan mendatangkan dua mobil dari Jakarta,” kata Nia dalam ‘The Weekly Brief with Sandi Uno’ di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (25/9/2023).

Pemerintah Buat Proyek New Bromo Usai Insiden Kebakaran Bromo

Lebih lanjut, KLHK juga melakukan rehabilitasi manajemen, yakni dengan mengganti sepatu pemadam api Bromo. Lalu, rehabilitasi sosial melalui edukasi kepada masyarakat juga tengah dilakukan.

“Bromo juga diberikan sekolah lapang dan interaksi dengan masyarakat Tengger Semeru karena Bromo ini juga menjadi pusat wisata yang masuk ke dalam sepuluh wisata prioritas di Indonesia,” ujar Nia.

Dalam kesempatan yang sama, Nia membeberkan bahwa negara kehilangan pendapatan sebesar Rp89.762.129.253 akibat 13 hari penutupan Kawasan Wisata Gunung Bromo setelah kebakaran padang savana area Bukit Teletubbies di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Rabu (6/9/2023) lalu.

“Ada dua dimensi yang dihitung oleh Kemenparekraf, dimensi pertama adalah akibat tidak adanya pemasukan dari sisi tiket, kemudian ada dari sisi spending (pengeluaran) ketika wisatawan berkunjung ke destinasi,” jelas Nia.

“Kerugian yang dialami, 13 hari kehilangan pendapatan sekitar Rp89.762.129.253. Itu secara total,” lanjutnya.

Lebih rinci, Nia menyebutkan bahwa dalam satu hari, Bromo mampu menghasilkan Rp121.383.809 dari penjualan tiket masuk destinasi. Sementara itu, pengeluaran para pengunjung Bromo mampu mencapai sekitar Rp6,7 miliar per hari.

“Kalau seharinya itu Rp121 juta, kalau 13 hari potential loss-nya sekitar Rp1,5 miliar. Tepatnya Rp1.577.989.515. Lalu, total loss spending salama 13 hari sekitar Rp89.184.139.737. Itu dari spending,” ungkap Nia.

“Kemudian, potential loss dalam satu hari itu sekitar Rp6,9 miliar. Jadi, intinya selama 13 hari potential loss ticket dan spending sejumlah Rp89,7 miliar,” bebernya.

Nia mengatakan, total jumlah tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan dari empat variabel, yakni jumlah kunjungan wisatawan per hari, harga tiket masuk destinasi berdasarkan kategori (wisatawan nusantara/wisnus atau wisatawan mancanegara/wisman), jumlah pengeluaran wisatawan selama berkunjung, dan waktu penutupan Bromo.

Rinciannya Kerugian Negara Gara Gara Kebakaran Bromo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan bahwa kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menimbulkan kerugian negara sebesar Rp89,7 miliar.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya, mengatakan bahwa negara kehilangan pendapatan sebesar Rp89.762.129.253 akibat 13 hari penutupan Gunung Bromo setelah kebakaran padang savana area Bukit Teletubbies pada Rabu (6/9/2023) lalu.

“Ada dua dimensi yang dihitung oleh Kemenparekraf, dimensi pertama adalah akibat tidak adanya pemasukan dari sisi tiket, kemudian ada dari sisi spending (pengeluaran) [ketika wisatawan berkunjung ke destinasi],” kata Nia dalam The Weekly Brief with Sandi Uno di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (25/9/2023).

Pemerintah Buat Proyek New Bromo Usai Insiden Kebakaran Bromo

Baca: Jennie-Jisoo BLACKPINK Diduga Bikin Agensi Baru, Ini Kata YG
“Kerugian yang dialami, 13 hari kehilangan pendapatan sekitar Rp89.762.129.253. Itu secara total,” lanjut Nia.

Lebih rinci, Nia menyebutkan bahwa dalam satu hari, Gunung Bromo mampu menghasilkan Rp121.383.809 dari penjualan tiket masuk destinasi. Sementara itu, pengeluaran para pengunjung d kawasan tersebut mampu mencapai sekitar Rp6,7 miliar per hari.

“Kalau seharinya itu Rp121 juta berarti 13 hari potential loss-nya sekitar Rp1,5 miliar, tepatnya Rp1.577.989.515. Lalu, total loss spending selama 13 hari sekitar Rp89.184.139.737, itu dari spending,” ungkap Nia.

“Kemudian, potential loss dalam satu hari itu sekitar Rp6,9 miliar. Jadi, intinya selama 13 hari potential loss ticket dan spending sejumlah Rp89,7 miliar,” bebernya.

Nia mengatakan, total jumlah tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan dari empat variabel, yakni jumlah kunjungan wisatawan per hari, harga tiket masuk destinasi berdasarkan kategori (wisatawan nusantara/wisnus atau wisatawan mancanegara/wisman), jumlah pengeluaran wisatawan selama berkunjung, dan waktu penutupan Taman Nasional Gunung Bromo.

Melansir dari detikjatim, padang savana area Bukit Teletubbies Gunung Bromo kebakaran akibat penggunaan lima flare asap sebagai properti foto prewedding calon pengantin asal Surabaya, Jawa Timur.

“Satu flare yang gagal dinyalakan ini kemudian meletup, dari letupan itulah percikan api membakar Padang Savana ini sehingga dalam sekejap api merambat dan terjadi kebakaran besar seluas 50 hektar,” kata Wisnu di Polres Probolinggo, dikutip Selasa (19/9/2023).

Polres Probolinggo pun telah menetapkan satu orang tersangka dari peristiwa tersebut, yakni manajer wedding organizer asal Lumajang, AW (41). AW ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya karena tidak memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).

Akibat perbuatannya, AW dijerat Pasal 50 ayat 3 huruf D Jo pasal 78 ayat 4 UU nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah dalam pasal 50 ayat 2 huruf b Jo Pasal 78 ayat 5 UU nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan PP pengganti UU RI nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU dan atau Pasal 188 KUHP.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By