Menu
Peluang Bisnis: Melihat Ketertarikan Gen-Z Untuk Meraup Cuan

Peluang Bisnis: Melihat Ketertarikan Gen-Z Untuk Meraup Cuan

Kelompok Gen-Z cenderung untuk memilih suatu produk berdasarkan apa yang sedang booming. Seperti pada penjelasan diatas, jika menjalankan suatu bisnis, dan viral maka harus berhati-hati.

Iksan Maulani 7 bulan ago 17

CNBC Media – Bonus demografi nyatanya harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam upaya pemanfaatan bonus demografi adalah meningkatkan skil untuk membangun sumber daya manusia (SDM).

Disituasi yang serba digital ini, dapat dilihat bisnis apa yang mampu meraup cuan berlimpah? Untuk melihat peluang bisnis tersebut, baiknya melihat konsumen terlebih dahulu, disini dengan banyaknya anak-anak muda yaitu kaum milenial dan Gen-Z bisa menjadi pasar bagus untuk meraup keuntungan besar.

Namun, dalam menjalankan bisnis tidak boleh gegabah, mengingat harus diperhitungkan secara matang. Banyak ritel-ritel yang awalnya ramai karena viral, namun sekarang sepi bahkan sampai gulung tikar.

Kebutuhan Gen-Z

Kebutuhan Gen-z

Kelompok Gen-Z cenderung untuk memilih suatu produk berdasarkan apa yang sedang booming. Seperti pada penjelasan diatas, jika menjalankan suatu bisnis, dan viral maka harus berhati-hati, karena akan lebih cepat redup.

Alasan yang membuat suatu ritel misalnya sebuah makanan redup adalah karena rasa ataupun harga yang ditawarkan. Untuk itu, ketika memulai bisnis harus dibarengi dengan kreativitas yang selalu dikembangkan.

Ini bertujuan, agar produk-produk yang ditawarkan selalu up to date dan tidak ketinggalan dengan kompotitir lain.

Sifat Gen-Z yang cenderung “membeli” karena rasa penasaran, bisa berdampak postif dan negatif. Dampak positifnya jika makanan misalnya, memiliki rasa yang enak, dengan harga terjangkau maka, besar kemungkinan, ia akan balik lagi, dan bahkan mempromosikannya ke media sosial.

Namun, dampak buruknya adalah, ketika makanan tersebut memliki rasa biasa saja, dan dengan harga yang mahal, atau tampilan outlet, bahkan cenderung kotor, maka usaha tersebut perpeluang tak lama lagi.

Kembali lagi, ini karena Gen-Z sebagai pemegang kendali di media sosial, yang sewaktu-waktu dapat menyebar luaskan apa yang mereka ketahui.

Industri kreatif juga menjadi ketertarikan Gen-Z, seperti Youtube ataupun platform konten kreator lainnya. Ini akan memberi peluang untuk mencip bisnis baru yaitu industry kreatif, dengan target tontonanya adalah Gen-Z.

Dalam industry kreatif, Gen-Z cenderung lebih luka pada konten-konten yang berbau human interest. Namun, meskipun akan mendapat penonton banyak, konten tersebut menurunkan sebuah masalah di masyarakat.

Biasanya dalam konten tersebut, orang akan dijadikan objek kontenya dengan membantu, namun sayangnya dengan cara-cara yang tidak bermoral.

Jadi untuk konten tersebut, sepertinya tidak untuk ditiru atau dibuat, karena masih banyak konten yang pasarnya adalah Gen-Z, seperti podcast mengenai komedi, sport, bahkan pendidikan juga sekarang diminati oleh Gen-Z.

Menjadi Aktor Untuk Gen-Z

Keuntungan yang besar akan bisa didapat jika dapat memaksimalkan peluang, dan mengoptimalisasi keberadaan Gen-Z sebagai peluang bisnis yang memberi cuan.

Oleh karena itu, peningkatan soft skill adalah pilihan bijak, dam mengarungi kemajuan yang semakin pesat. Pesatnya pasar membuat peluang kian terbuka lebar, meskipun tantangan juga semakin besar.

Bisa jadi, Gen-Z yang menguasai bisnis ini, dan bahkan Gen-Z bisa perperan sebagai aktor untuk menyuplai kebutuhan-kebutuhan generasi sebelumnya.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By