Menu
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis 0,03%

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis 0,03%

Nilai ganti rupiah saat menantang dolar Amerika Serikat (AS) tidak kebanyakan gerakan, ada kekuatan pasar tetap berlaku wait and see menjelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) minggu ini.

Shandy Aulia 4 bulan ago 13

CNBC Media – Nilai ganti rupiah saat menantang dolar Amerika Serikat (AS) tidak kebanyakan gerakan, ada kekuatan pasar tetap berlaku wait and see menjelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) minggu ini.

Merilis data Refinitiv pada sepanjang perdagangan tempo hari, Selasa (19/12/2023), mata uang Garuda terlihat kuat tipis 0,03% pada dolar AS. Pengokohan ini kebalikannya dengan melemahnya yang terjadi kemarin (18/12/2023) sebesar 0,1%.

Nilai tukar rupiah tempo hari relatif tidak bergerak volatil ingat sekarang ini aktor pasar berlaku wait and see untuk menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang hendak di-launching pada Kamis (21/12/2023) hal suku bunga.

Kesepakatan pasar yang digabungkan CNBC Indonesia memprediksi rupiah hari ini BI akan meredam suku bunga referensi BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di tingkat 6,00%.

Dari 12 lembaga yang terturut dalam pembangunan kesepakatan, semua lembaga/instansi memprediksi BI akan meredam suku bunga di tingkat 6,00%. Suku bunga Deposit Facility sekarang ada pada posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sejumlah 6,75%.

Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz menyaksikan peraturan BI telah ada dalam tahapan “equilibrium”. Di mana peningkatan suku bunga BI di 6% telah sanggup jaga kestabilan Rupiah dan portofolio asing mulai masuk.

Dan Executive Director, Head of Trading Treasury dan Markets Bank DBS Indonesia, Ronny Setiawan memproyeksi Bank Indonesia akan menjaga tingkat suku bunga di 6% dalam RDG BI Desember 2023.

Inflasi Eropa sudah di-launching dan sama sesuai kesepakatan yaitu menerpai ke angka 2,4% year on year/yoy pada masa November. Angka itu adalah yang paling rendah semenjak Juli 2021. Presiden European Central Bank (ECB) Lagarde menjelaskan jika pada Desember 2023, inflasi kemungkinan akan bertambah dengan krusial. mengenai dampak dasar peningkatan pada ongkos energi.

Walau begitu, pada 2024, bank sentra memprediksi inflasi akan turun lebih lamban karena dampak dasar peningkatan selanjutnya dan penghilangan setahap beberapa langkah pajak masa silam yang mempunyai tujuan batasi imbas guncangan harga energi.

Selanjutnya, tingkat inflasi pokok Eropa menerpai jadi 3,6% yoy atau paling rendah semenjak April 2022.

Inflasi yang menerpai itu mempunyai potensi membuat suku bunga ECB dipotong pada 2024 di tengah-tengah kemajuan ekonomi secara global diprediksi melamban pada tahun depan

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam pangkalan waktu /jam, trend sideways rupiah tetap jadi berlanjut dalam bentang Rp15.480 – Rp15.510 per dolar AS. Aktor pasar dapat menyimak tempat itu sebagai sasaran dukungan sampai resistance paling dekat yang kekuatan ditest.

Posisi dukungan adalah tempat pengokohan yang kekuatan ditest didapat dari garis horizontal low candle 16 Desember 2023. Dan, untuk resistance adalah sasaran melemahnya bila terjadi melemahnya arah yang didapat dari garis rerata sepanjang 50 jam atau moving average 50 (MA50).

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By