Menu
Nilai Tukar Rupiah Menguat Hingga Posisi Rp 15.685

Nilai Tukar Rupiah Menguat Hingga Posisi Rp 15.685

Nilai ganti rupiah terdaftar mulai kuat pada dolar Amerika Serikat (AS). Namun data inflasi AS yang menghangat lagi tetap jadi momok dan memberi penekanan external untuk pengokohan mata uang Garuda selanjutnya.

Shandy Aulia 6 bulan ago 11

CNBC Media – Nilai ganti rupiah terdaftar mulai kuat pada dolar Amerika Serikat (AS). Namun data inflasi AS yang menghangat lagi tetap jadi momok dan memberi penekanan external untuk pengokohan mata uang Garuda selanjutnya.

Merilis data Refinitiiv, di akhir perdagangan tempo hari, Kamis (12/10/2023) rupiah ditutup pada posisi 15.685/US$ atau kuat 0,03% pada dolar AS. Posisi ini seirama dengan pengokohan pada penutupan perdagangan hari kemarin (11/10/2023) yang kuat 0,25% dan jadi yang paling kuat semenjak 6 Oktober 2023.

Pengokohan rupiah terjadi disaat ketidakjelasan external masih tinggi, khususnya pada perdagangan tempo hari aktor pasar konsentrasi menunggu data inflasi AS.

Baru launching tadi malam, inflasi AS hasilnya di luar sangkaan melesat lagi kuat pada September 2023. Inflasi AS tembus 0,4% (mtm) dan 3,7% (yoy) pada September 2023.

Inflasi melesat lebih kuat dibanding harapan pasar yaitu 0,3% (mtm) dan 3,6% (yoy). Peningkatan inflasi AS disumbang oleh bidang perumahan yang naik 0,6% (mtm) dari awal sebelumnya 0,2% di Agustus. Kenaikan harga bahan bakar membuat inflasi masih tetap kuat. Inflasi pada bahan pangan masih tetap statis di angka 0,2%.

Data inflasi membuat pasar sedih karena menggambarkan masih panasnya ekonomi AS. Keadaan ini akan berbuntut pada ketatnya peraturan bank sentra AS The Federasi Reserve (The Fed) di depan. Selainnya Itu, inflasi September masihlah jauh dari sasaran target The Fed yaitu 2%.

Inflasi diprediksi susah turun di depan karena tingginya imbal hasil US Treasury dan kenaikan harga energi karena perang Israel versus Hamas.
US Treasury tenor sepuluh tahun sekarang dekati 5% dan diyakinkan akan membuat bunga utang perumahan melejit hingga inflasi pada bidang itu susah turun di depan.

Tidak cuma inflasi customer, AS pada Rabu (11/10/2023) sudah melaunching data Inflasi harga produsen (PPI) di Amerika Serikat. Secara bulanan, PPI September menerpai ke 0,5% dibanding bulan awalnya 0,7%, namun masih lebih panas dari prediksi pasar di 0,3% Sementara dalam pangkalan tahunan, PPI justru 2,2% dibanding bulan Agustus sejumlah 2% dan harapan pasar di 1,6%.

Disamping itu, pada Kamis pagi hari (12/10/2023), risalah tatap muka Federasi Open Pasar Committee (FOMC) atau FOMC Minutes memperlihatkan sebagian besar simpatisan menyaksikan satu kembali peningkatan di masa datang bisa menjadi keputusan yang pas tapi beberapa kembali menyaksikan tidak butuh ada peningkatan.

“Peraturan tetap terbatas untuk beberapa saat sampai Komite optimis bila inflasi AS telah mengarah ke sasaran target,” tulis risalah FOMC.

Untuk dipahami, Ekonom The Fed menulis jika ekonomi sudah bisa dibuktikan lebih kuat dari prediksi tahun ini, tetapi mereka mengatakan beberapa dampak negatif. Pemogokan yang sudah dilakukan oleh beberapa karyawan otomotif, misalkan, diprediksi akan “sedikit” perlambat perkembangan dan kemungkinan tingkatkan inflasi, tetapi cuma memiliki sifat sesaat.

Risalah itu mengatakan jika customer terus lakukan pembelanjaan, walaupun beberapa petinggi cemas mengenai imbas dari keadaan credit lebih ketat, menyusutnya stimulan pajak dan diawalinya lagi pembayaran utang mahasiswa.

Ketidakjelasan ekonomi AS, dinamis-nya data ekonomi AS, dan ketatnya pasar keuangan membuat The Fed lebih waspada. Pasar sekarang menyaksikan bila The Fed sudah berpindah konsentrasi bukan pada berapakah peningkatan tapi berapa lama suku bunga tinggi akan dipertahankan.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dengan pangkalan waktu /jam, gerakan rupiah saat menantang dolar AS terlihat mulai kuat karena sukses tembus ke bawah garis rerata sepanjang 20 jam atau moving average 20 (MA20).

Sekarang posisi rupiah ada pada dukungan garis rerata seterusnya yaitu MA50, jika itu kekuatan pengokohan ke arah dukungan paling dekat yaitu Rp15.660/US$ makin bertambah. Harus dipahami, dukungan itu didapat dari horizontal line berdasar MA100.

Tetapi, perlu dimengerti jika posisi dukungan MA50 sekarang ini lumayan kuat, jika ada pembalikan arah naik atau menurun, resistance yang kekuatan dites atau sebagai sasaran pelemahan paling dekat dapat diamati posisi Rp15.730/US$. Nilai ini didapat dari high yang sebelumnya sempat dites 2 hari kemarin.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By