Menu
Momen Rupiah Menguat Rp 15.475

Momen Rupiah Menguat Rp 15.475

Nilai ganti rupiah ini hari dibuka gagah, ambil momen melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Berdasar data Bloomberg, Selasa (28/11/2023)

Shandy Aulia 5 bulan ago 33

CNBC Media – Nilai ganti rupiah ini hari dibuka gagah, ambil momen melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Berdasar data Bloomberg, Selasa (28/11/2023), pada jam 09.02 WIB rupiah dibuka kuat 0,12% atau 19 point ke Rp15.475 per dolar AS.

Dalam pada itu, index dolar AS yang menghitung kemampuan greenback pada satu kelompok mata uang khusus turun 0,05% atau 0,06 point ke 103,14. Mata uang Asia terlihat berbagai ragam saat pagi ini.

Yen Jepang kuat 0,30%, yuan China menurun tipis 0,01%, ringgit Malaysia kuat 0,26%, won Korea Selatan melesat 0,83%, dan dolar Hong Kong turun 0,01%.

Adapun dolar AS terdaftar menurun ke tingkat paling rendah dalam 3 bulan pada mata uang semacam pada Selasa pagi sesudah terpeleset tadi malam karena data pemasaran rumah baru AS lebih kurang kuat dari prediksi.

Beberapa pedagang bertaruh jika Bank Sentra Federasi Reserve mulai dapat memotong suku bunga pada babak pertama tahun depannya. Pemasaran rumah baru di AS turun 5,6% ke tingkat tahunan rekonsilasi angin-anginan sejumlah 679.000 unit pada Oktober, data memperlihatkan, di bawah 723.000 unit yang diprediksi oleh beberapa ekonom yang disurvey oleh Reuters dan mengakibatkan pengurangan imbal hasil obligasi AS.

Index dolar AS saat pagi ini sebelumnya sempat ada di 103,11, atau tingkat paling rendah semenjak 31 Agustus 2023. Dolar diprediksi akan menurun lebih dari 3% di bulan November, yang disebut performa terjelek dalam satu tahun.

Harapan pasar jika transisi peningkatan suku bunga The Fed akan usai memberi penekanan pada greenback. Suku bunga berjangka AS memperlihatkan sekitaran 25% kemungkinan jika The Fed mulai dapat turunkan suku bunga di awal bulan Maret dan bertambah jadi nyaris 45% di bulan Mei, menurut alat CME FedWatch.

“Perlambat momen perkembangan, pucuk suku bunga, pengurangan suku bunga tahun depannya, dan penangguhan posisi membeli: ini ialah dinamika yang menggerakkan melemahnya dolar AS dan menggerakkan semua kompleks mata uang,” kata Kyle Rodda, riset pasar keuangan senior di Capital.com.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By