Menu
Melemahnya IHSG Akan Terus Berlanjut: Intip Saham Ini Untuk Datangkan Profit

Melemahnya IHSG Akan Terus Berlanjut: Intip Saham Ini Untuk Datangkan Profit

Prediksi yang mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada senin kemarin, nampaknya tidak berlanjut sampai Rabu, (4/10)

Iksan Maulani 7 bulan ago 38

CNBC Media – Prediksi yang mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada senin kemarin, nampaknya tidak berlanjut sampai Rabu, (4/10). Sepanjang perdegangan di hari tersebut IHSG berada di zona merah.

IHSG mengalami kemrosotan di angka 54,31 poin atau 0,78% ke level 6.886,57 pada penutupan perdagangan kemarin.

Tercatat total volume perdagangan saham di BEI mencapai 22,78 miliah dengan nilai transaksi Rp 12,55 triliun di semua pasar.

Namun, melemahnya IHSG mendapat lirikan tajam dari investor asing, yang mencatatkan pembelian bersih Rp 202,83 miliar di seluruh pasar.

IHSG Diprediksi Akan Masih Tertekan Kamis 5/10

Merosotnya IHSG nampaknya akan terus berlanjut sampai hari ini, gejolak ekonomi di luar negeri menjadi imbas terhadap fluktuatif nilai tukar rupiah.

Dengan kondisi seperti ini apa bisa meraup cuan?. Melihat dari ketertarikan asing, terdapat saham-saham yang berpotensi menguntungkan untuk dijajaki

Menurit data yang di himpun.dari Bursa Efek Indonesia (BEI) IDX terdapat 5 produk saham yang bisa dijadikan opsi saat IHSG melemah.

  1. BMRI  yang pada (4/10)  mencatatkan angka tertinggi di 6.125 dan terendah di angka 5.975, sedangkan pada penutupan 6.125, selisih +500,00, volume 69.54.000 dan nilai sebesar 419,071.490.000 dengan frekuensi 7,347.
  2. TLKM yang mencatatkan angka tertinggi 3.800 dan terendah 3.740, pada penutupan 3.780, memiliki selesih +10.00, volume sebesar 77.527.700 serta nilai 292.527.797.000, dengan frekuensi 7,860.
  3. INDF yang memiliki angka tertinggi 6.775 dan terendah 6.675, sedangkan pada penutupan di angka 6.750, dengan selisih +25.00, volume 10.500.800 dan nilai 70.549.162.599, dengan frekuensi 3.446.
  4. BBCA dengan angka tertinggi 9.250 dan terendah 9.125, pada penutupan 9.200, dengan selisih =0.00 mempunyai volume 112.582.800 pada nilai di angka 1.035.254.637.500 dan nilai 15.877.
  5. SMRA dengan angka tertinggi 600 dan terendah 575 pada penutupan 585 dengan selisih -5.00, volume sebesar 58.026.000 dan nilai 34,033,469.00 dan dengan frekuensi 2.544.

Selain itu, ada ASRI dan ICBP yang bisa menjadi opsi di saat IHSG sedang dalam fase merosotnya. Keuntungan untuk mendapat cuan dari merosotnya IHSG sangat terbuka, disaat rupiah yang masih dalam kondisi yang sama.

Melemahnya IHSG nyatanya harus dimanfaatkan dengan baik untuk meraup keuntungan yang demikian.

Kendati dengan peluang ini, tetap harus mewaspadai karena bisa saja ke 5 saham tersebut tidak menguntungkan. Untuk menghindari kerugian tersebut, baiknya selalu menyeleksi dan mengikuti perkembangan saham secara real time.

Dengan cara seperti itu, akan meminimalisir ponetnsi kerugian. Mengingat IHSG sendiri diprediksi akn melejit di bulan Oktober, meskipun dengan ekonomi dunia yang tak pernah diduga, dan di masa sekarang sulit untuk diprediksi.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By