Menu
Malapetaka El Nino, Inflasi, Hingga Rupiah Yang Makin Terperosok di Angka 15.450/USD

Malapetaka El Nino, Inflasi, Hingga Rupiah Yang Makin Terperosok di Angka 15.450/USD

Malapetaka El Nino yang yang terjadi pada tahun ini, nampaknya akan berdampak signifikan bagi masyarakat Indonesia yang membuat lahan-lahan pertanian menjadi kering dan sulit ditanami.

Iksan Maulani 7 bulan ago 26

CNBC Media – Malapetaka El Nino yang yang terjadi pada tahun ini, nampaknya akan berdampak signifikan bagi masyarakat Indonesia. Terjadinya El Nino yang berkepanjangan, membuat lahan-lahan pertanian menjadi kering dan sulit ditanami.

Alhasil dampak yang ditimbulkan adalah harga-harga kebutuhan pokok yang kian melonjak tinggi. Tidak hanya itu, malapetaka El Nino yang sepertinya tidak memiliki solusi untuk diatasi, menjadi persoalan pelik, yang imbasnya menjadi sangat menghawatirkan.

Apa yang diprediksi pengamat ekonom bahwa tahun 2023 adalah tahun kegelapan, agaknya mulai terjadi. Salah satu bahan pokok utama masyarakat Indonesia, yaitu beras naik per September sekitar 4,4%. Bahkan di Yogyakarta, rata-rata harga beras termurah pe 1/kg berkisar 13.000 rupiah.

Lebih lanjut, dari catatan BI inflasi menunjukan angka yang menghawatirkan, pada bulan Juni inflasi menunjukan data 3,52%, sedangkan meskipun pada bulan Juli turun di 3.08%. namun pada Agustus kembali menyentuh angka 3,27%.

Kenaikan 0,19% menjadi sangat menghawatirkan apalagi melihat September kemarin, kenaikan harga mulai di rasakan masyarakat.

Terprosoknya rupiah yang jatuh keangka 15.450/USD setidaknya per (1/10) makin peliknya harapan hidup di sisa-sisa 2023. Namun, meski begitu masih ada optimisme untuk mereduksi inflasi meski itu sangat sulit.

El Nino, yang masih belum menunjukan tanda-tanda berakhirnya, membuat ladang, hingga bendungan mengalami kekeringan yang sangat menghawatirkan.

Meskipun operasi pasar digencarkan oleh pemerintah daerah, namun tetap saja tidak berdampak signifikan untuk menekan inflasi. Namun, sayangnya inflasi akan tetap berlangsung hingggu 2024 mendatang.

El Nino

Tidak hanya itu, massifnya impor yang dilakukan pemerintah, tidak membuat harga kebutuhan pokok mengalami penurunan, justru lonjakan harga terus berlangsung. Tidak ada solusi pasti untuk dampak El Nino ini, meskipun segala upaya telah dilakukan, termasuk rekayasan buatan.

Lebih lanjut, bersamaan dengan itu, pemerintah dan DPR telah menetapkan inflasi 2,8% sebagai asumsi utama ekonomi makro untuk tahun 2024.

Pemerintah masi optimis bahwa inflasi tahun depan tetap terkendali, pemerintah menegaskan akan mampu menekan inflasi yang dalam sasaranya sebesar 2,5% atau sekitar kurang lebih 1%.

Harapan pemerintah dan DPR sendiri masih dibayang-bayangi oleh panjangnya El Nino di Indonesia yang mungkin akan berjalan lama.

Tidak bisa dipungkiri memang, meskipun inflasi dan kemrosotan rupiah besar terjadi akibat dari El Nino yang yang selalu datang tiap tahun. Namun, dampak besarnya adalah akibat dari Covid-19 yang dalam kurun 3 tahun menghantui masyarakat dunia.

Usai Covid-19, dunia masih terus dibayangi inflasi akibat pecahnya perang Rusia—Ukraina yang sampai sekarang belum menunjukan titik terang. Akibatnya barang-barang pokok seperti gandum, minyak melonjak tinggi.

Mulai 2023 kenaikan harga dirasakan, diperparah dengan langkahnya gas LPG 3 kg, menjadi pelengkap malapetaka tahun ini.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By