Menu
Kurs Rupiah Menguat Ke Level Rp 15.520

Kurs Rupiah Menguat Ke Level Rp 15.520

Nilai tukar rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) mempunyai potensi meneruskan trend bullish sesudah sanggup rebound pada penutupan perdagangan tempo hari.

Shandy Aulia 3 bulan ago 10

CNBC MediaNilai tukar rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) mempunyai potensi meneruskan trend bullish sesudah sanggup rebound pada penutupan perdagangan tempo hari. Rupiah ditutup kuat ke tingkat Rp15.520 per dolar AS pada perdagangan ini hari, Selasa, (9/1/2024). Adapun, mata uang Asia terlihat bervariatif, dan index dolar AS menurun sore hari ini.

Berdasar data Bloomberg, rupiah akhiri perdagangan ini hari dengan pengokohan 0,04% atau 5,5 point ke tingkat Rp15.520 per dolar AS. Dan index dolar AS bergerak kuat 0,11% ke posisi 102,32.

Beberapa mata uang teritori Asia yang lain terlihat bervariatif. Mata uang yang menurun pada dolar AS, contohnya yen Jepang turun 0,01%, dolar Hongkong menurun 0,09%, dolar Singapura menurun 0,17%, dolar Taiwan menurun 0,20%, yuan China turun 0,11%, dan peso Filipina amblas 0,59%.

Dalam pada itu, mata uang Asia yang tetap tahan pada dolar AS yaitu rupee India kuat 0,04% dan ringgit Malaysia yang kuat 0,11%. Direktur Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan pertaruhan aktor pasar benar-benar bias pada dolar AS mendekati data inflasi AS atau index harga customer khusus yang di-launching pada Kamis, (11/1/2024) waktu di tempat.

“Angka itu diprediksi memperlihatkan sedikit kenaikan inflasi rupiah hari ini di bulan Desember, ditambahkan kuatnya data nonfarm payrolls, memberi The Fed semakin banyak ruangan untuk menjaga suku bunga semakin tinggi dalam periode waktu lebih lama,” tutur Ibrahim dalam penelitian Selasa, (9/1/2024).

Ibrahim menjelaskan petinggi The Fed menampik harapan pengurangan suku bunga lebih cepat. Presiden Fed Atlanta Ralph Bostic menjelaskan jika dengan inflasi yang masihlah jauh di atas sasaran tahunan The Fed sejumlah 2%, ia masih tetap bias pada peraturan yang masih tetap ketat di dalam periode pendek.

Walaupun Bostic tetap memprediksi suku bunga akan turun pada 2024, ia cuma memprediksi pengurangan sejumlah 50 pangkalan point atau lebih kecil dari harapan pasar. Indiaktor CME Fedwatch memperlihatkan beberapa aktor pasar memprediksi kesempatan 59,4% untuk pemangkasan suku bunga pada bulan Maret 2024, turun dari 64% yang kelihatan di hari Senin (8/1/2024).

Selainnya data AS, konsentrasi minggu ini tertuju pada angka inflasi dan perdagangan China untuk Desember 2023, yang hendak di-launching pada Jumat (12/1). Negara importir komoditas paling besar di bumi ini diprediksi tetap alami disinflasi pada Desember, sedangkan kegiatan perdagangan, khususnya export diprediksi turun.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menulis posisi persediaan devisa Indonesia di 2023 capai US$146,4 miliar, atau naik US$8,3 miliar dibanding posisi di akhir November 2023 sebesar US$138,1 miliar.

Kenaikan persediaan devisa itu searah dengan sentimen pasar berkaitan prospect pengurangan suku bunga dari bank sentra global khususnya The Fed yang berpengaruh pada pengokohan rupiah sebesar 0,73% secara bulanan (month-to-month/mtm) atau 1,10% secara year to date (ytd) jadi Rp15.396 per dolar AS. “Untuk perdagangan esok, mata uang rupiah diprediksikan naik-turun tetapi ditutup kuat di bentang Rp15.490- Rp15.550,” tandas Ibrahim.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By