Menu
Komponen Terbesar Bulan Ini, dan Bagaimana Peluang Pasar di Bulan Depan?

Komponen Terbesar Bulan Ini, dan Bagaimana Peluang Pasar di Bulan Depan?

Dalam tiga kuartal terakhir tahun 2023 pasar saham mengalami ketidakjelasan dalam beberapa sektor.

Iksan Maulani 6 bulan ago 21

CNBC Media – Dalam tiga kuartal terakhir tahun 2023 pasar saham mengalami ketidakjelasan dalam beberapa sektor.

Indikasi ini terlihat jelas dalam bulan September yang memiliki peluang cenderung merah, khususnya di perbankan, yang memiliki koesistensi labil.

Adapun ini disebabkan dari pengaruh global, serta meletusnya konflik Timur Tengah dan cuaca ekstrim membuat Sebagian kawasan berhati-hati untuk menamkan modal.

Begitupun para investor, yang harus berkaca penuh, akibat kondisi global yang belum stabil. Meskipun industry minyak dalam hal ini, dapat dijadikan opsi, namun lebih lanjut industry tersebut rawan akan dimonopoli negara besar.

Akibatnya negara berkembang seperti Indonesia, sangat rentan untuk dimanfaatkan dengan menjual harga minyak mentah yang terlampau tinggi.

Melihat tren dalam satu bulan terakhir pada komponen terbesar saham, terlihat jelas BBCA berada dipuncaknya dengan 8.975,00 atau naik diangka +2,57%. Sedangkan diurutan kedua dihuni oleh TLKM 3.700,00 atau di angka -0,80%.

INTP atau PT Indocement Tunggal Prakarsa di angka 9.825,00 dengan -0,51%, dan SMGR berada di 6.400,00 atau -1,16%.

Diurutan kelima ada PT Bank BTPN Syariah Tbk dengan 1.605,00 atau di angka -5,59%.

Kelima sektor tersebut memiliki potensi mendongkrak pasar di bulan depan, setidaknya sampai akhir 2023, dengan catatan mereka mampu mengimbangi gejolak global.

Adapun untuk sektor lainnya, yang masih dalam tingkat rendahnya, mestinya bisa bersabar, karena alasan yang sama.

Seperti pada E-commers yang cendurung menurun meskipun industry tersebut sedang menjamu, dan dalam transisi perubahan kebutuhan masyarakat.

Dari belanja, sampai pembayaran online, masyarakat kin beralih kemode digital yang tentunya kan lebih efisien.

Meskipun untuk mencapai itu semua tidak mudah, mengingat sarana yang masih terbatas, serta penguatan dari SDM yang masih rendah membuat percepatan digital tersebut seperti lambat.

Alhasil sektor tersebut, masih dalam kondiusi dinamis dan kadang labil berada di zona merah. Dengan potensi yang akan terjadi di bulan depan, sepertinya harus ada analisis yang melihat perubahan ini.

Dengan demikan, pasar kawasan, dapat terjaga, apalagi persaingannya dengan komponen perusahaan China yang memiliki kapabiltas tinggi dengan modal yang besar.

Penyerderhanaan investasi pun sebenarnya bisa menaikan, ketertaikan investor untuk berinvestasi di sebuah negara, namun ini juga bisa menyebabkan investor yang tak terkonrol.

Namun lebih lanjut, pengembangan perusahaan bisa dipastikan akan bertahan dengan adanya investor yang menyuplai dana abadi mereka.

Dengan demikian, perusahaan bisa bernafas lega dengan kondisi keuangan, meskipun ditengah ketidakpastian yang melanda, karena ada interest yang menjadikan investor sebagai dana abadi perusahaan yang terus mengali. Dalam artian, perusahaan akan melampaui ketahanannya dan meraup keuntungan, begitupun dengan investor yang meraup cuannya dari ladang-ladang pasar modal gabungan.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By