Menu
Kabar Saham Dunia Pertambangan: TPMA Berpotensi Tumbuh Besar dari Nikel dan Undersupply Kapal

Kabar Saham Dunia Pertambangan: TPMA Berpotensi Tumbuh Besar dari Nikel dan Undersupply Kapal

Setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan terakhir per 12 Oktober 2023 saham TPMA mengalami kenaikan di angka +50%.

investor 6 bulan ago 42

CNBC Media – Setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan terakhir per 12 Oktober 2023 saham TPMA mengalami kenaikan di angka +50%.

Kenaikan tersebut didorong oleh dua hal, antara lain:

  1. Kinerja yang solid dengan pertumbuhan bersih mencapai +53,1% YoY pada 1H23,
  2. Kemajuan progres rencana ekspansi perusahaan di bisnis pengangkutan nikel melalui anak usaha, PT Trans Logistik Perkasa (TLP), yang merupakan joint venture dengan Tsingshan.

Melihat hal tersebut prospek TPMA memiliki ekosistem positif, sehingga upside bagi harga saham masih terbuka.

Hal ini juga ditopang oleh beberapa komponen:

  • Terdapat peluang baru dari bisnis pengangkutan nikel: TLP akan berpotensi mendongkrak kinerja TPMA dengan proyeksi tambahan laba bersih sebesar US$5 juta (36% laba bersih FY22) ketika beroperasi penuh pada 2025-2026).

Menurut data yang berhasil dihimpun dari laman Stockbit Research ini TLP telah mendapatkan fasilitas pinjaman Rp 1,75 T dari $BBCA untuk penambahan armada yang dapat ditempuh melalui akuisisi kapal berkas.

Lebih lanjut, keberhasilan dapat mendatangkan kapal dengan jumlah yang signifikan akan menjadi sebuah katalis positif, sebab TLP dapat segera beroperasi dengan optimal.

  • Masih solidnya bisnis pengangkutan batubara: Pasokan kapal yang undersupply di tengah ten kenaikan permintaan batubara menjadikan TPMA mempunyai daya tawar untuk menjaga tarif sewa kapal dan kapasitas volume angkut. Kendati demikian, walaupun harga batu bara berfluktuasi.

Dalam kontrak sewa kapal TPMA juga memuat klausul bahwa kenaikan biaya di luar kesepakatan akan ditanggung oleh pelanggan, dengan hal ini sehingga kenaikan biaya seperti BBM tidak berdampak besar bagi margin perusahaan.

  • Dividen play: Artinya dalam hal ini TPMA rutin membagikan dividen dengan payout ratio tinggi. Lebih lanjut, ini akan memproyeksikan dividend yield dapat mencapai di angka 10% untuk dividen tahun 2023 mendatang.

Batubara telah menjadi komponen industri yang masih belum tergantikan, pembangkit listrik, dan pabrik-pabrik yang masih masif menggunakan pembakar batu bara menjadi alasan kuat industri batubara akan bertahan lama.

Melihat secara valuasi, TPMA diperdaganga dengan P/E ratio 6,61x per 6 Oktober 2023, masih jauh dibawah Mean PE Std. Deviation 10 tahunnya di level 16,5x.

Dengan kondisi industri kapal tongkang yang mengalami undersupply tersebut, ini dinilai terdapat potensi rerating bagi valuasi saham TPMA.

Dan dengan menggunakan asumsi P/E ratio 10x dan laba bersih annualized 1H23, TPMA akan berpotensi diperdagangkan dengan harga Rp 1.040/lembar.

Potensi besar yang didapat dari TPMA membuat ketertarikan tersendiri untuk para investor, terlebih dengan adanya dividen yang diberikan tiap tahunnya.

Kendati meskipun industri batubara akan tergerus pada masanya namun tetap tidak memungkiri bahwa industri batubara masih dibutuhkan dalam beberapa tahun kedepan.

Pun dengan nikel, yang sekarang masif digencarkan untuk dikembangkan di dalam negeri, dengan tujuan pengolahan biji mentah menjadi barang jadi. Akan memproyeksikan kapal-kapal tongkang untuk mengangkut bahan mentah dari hulu ke hilir.

Hal ini menjadi sinyal kuat jasa penyewaan kapal semakin masif seiring dengan kebutuhan semakin besar.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By