Menu
BBTN Rencakan Akusisi Bank Muamalat

Kabar Saham Akhir Pekan Ini: BBTN Rencakan Akusisi Bank Muamalat dan Sederet Saham Lainnya

11 November 2023 menjadi kehebohan baru pada dunia saham Indonesia, khususnya kabar saham akhir pekan ini yang patut disimak.

investor 5 bulan ago 13

CNBC Media – Sabtu, 11 November 2023 menjadi kehebohan baru pada dunia saham Indonesia, khususnya kabar saham akhir pekan ini yang patut disimak.

BBTN melaporkan rencanakan bakal mengakuisisi Bank Muamalat Indonesia, untuk digabungkan dalam unit usaha syariah milik perseroan.

Disamping itu, Bank Muamalat Indonesia sebelumnya rencakan bakal menggelar IPO pada akhir 2023, sementara BBTN ini bakal untuk spin off BTN  Syariah.

Lebih lanjut, dalam laporan terbarunya, pada bisnis tidak menyertakan tanggapan resmi dari BBTN serta pengendali Bank Muamalat Indonesia.

Mengutip dari laman stocbit juga kabar saham akhir pekan ini datang dari Perusahaan telekomunikasi. XL Axiata yang membantah kabar dari Bloombeng Technoz yang menyatakan dalam laporannya bahwa perseroan telah menyepakati pembelian saham  Smartfren Telecom.

Ditambah angka yang disertakan senilai dalam kurang dari 50 rupiah per lembar. Dan disamping itu, dalam penjelasan kepada BEI, selaku menejemen EXCL menyebutkan bahwa tidak terdapat aksi korporasi.

Dalam hal ini, terkait dengan rencana merger yang dilakukan oleh perseroan dan FREN.

Sedangkan pada akhir pekan ini juga ada saham yang bagi-bagi dividen, yakni Prima Andalan Mandiri yang merencanakan pembagian dividen interim tahun buku 2023.

Beseran pembangian tersebut di angka 888,89 miliar rupiah atau setara 250 rupiah per saham, lebih lanjut Cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 20 November, dan pembayaran pada 7 Desember 2023 mendatang.

Dari hasil yang ditunjukan harga saham MCOL pada penutupan hari jumat (10/11) pukul 16:15 WIB mencapai 5.625 rupiah per saham, artinya indikasi dari dividend yield menjadi 4,4%.

Selanjutnya SSMS atau Sawit Sumbermas Sarana, PT citra Borneo Indah, membeli 450,43 juta saham SSMS tersebut.

Angka ini juga setara 1.130 rupiah per lembar pada 6 November 2023, dengan total nilai transaksinya mencapai 508,98 miliar rupiah.

Dengan pembelian besar tersebut, artinya kepemilikan PT Citra Borneo Indah di SSMS mengalami kenaikan yang semula hanya 54,33% menjadi 59,06%.

Pada kabar saham akhir pekan ini ditunjukan juga oleh Barito Pasific yang bakal menerbitkan obligasi senilai 1 triliun rupiah.

1 Triliun tersebut bakal terdiri dari Seri A dengan nilai pokoknya sebesar 700 miliar rupiah dengan bunga tetap 8,5% dan tenor jangka 3 tahun.

Sedangkan Seri B nilai pokoknya sebesar 300 miliar rupiah dengan bunga tetap mencapai 9,5% dan jangka tenor 5 tahun.

Demikian untuk seluruh saham yang bakal digunakan membayar utang beberapa seri pada obligasi sebelumnya serta kredit kepada BBNI (Bank Negara Indonesia) dan Bangkok Bank Public Company Limeted.

Dikabarkan juga bahwa obligasi tersebut mendapat peringkat idA+ dari Pefindo sebagai legitimater pemeringkatan yang berlaku.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By