Menu
Intip Saham Terburuk Bulan Ini. Ada Yang Turun Drastis?

Intip Saham Terburuk Bulan Ini. Ada Yang Turun Drastis?

Saham-saham pada bulan September yang memiliki kinerja terburuk, tampaknya masih terus berlanjut sampai bulan Oktober ini.

investor 6 bulan ago 17

CNBC Media – Saham-saham pada bulan September yang memiliki kinerja terburuk, tampaknya masih terus berlanjut sampai bulan Oktober ini.

Kendati ada penguatan di beberapa pekan, namun itupun belum menunjukan kinerjanya, bahkan cenderung stagnan.

Lantas kenapa saham tersebut justru masih terseok padahal, sedang mendekati kauartar di akhir tahun 2023.

Terdapat 6 sektor yaitu industry 20,0%, siklis konsumen 16,7%, teknologi 16,7%, bahan dasar 16,7%, dan real estate 13,3%, serta lainnya sebesar 16,7%.

Pada posisi teratas ditempati oleh WIDI yang pada penutupan di angka Rp49 atau turun di -8,16% pada 20 Oktober 2023.

Diurutan kedua ditempati oleh SNLK yang pada harga penutupannya di angka Rp540 atau turun -2,78% pada 20 Oktober 2023.

Pada penutupan di jam 15:50 WIB pada tanggal dan bulan yang sama, saham MITI turun -6,00% atau dengan harga penutup Rp300. Sedangkan untuk saham GLVA turun drastic -24,89% dengan harga penutupan sebesar Rp655 pada penutupan dibulan yang sama.

Sedangkan untuk saham HOMI mengalami kenaikan +2,65% atau diharga Rp302 di penutupan pada 20 Oktober 2023.

Penurunan dari beberapa sektor ini disinyalir oleh bursa kawasan yang masih goyah akibat konflik Timur Tengah.

Lebih lanjut, cuaca ekstrim di belahan dunia, membuat sektor estate menjadi komoditas yang dirugikan, namun meskipun begitu, inflasi masih menjadi masalah yang besar terhadap entisitas pembeli.

Penurunan daya beli masyarakat, juga akan membuat harga barang menjadi tidak bernilai, sehingga dalam sekala besar akan menuunkan bursa dipasar saham yang notabene menghasilkan produksi.

Untuk itu, para investor dapat mengabil resiko dan sebisa mungkin menganalisa dengan bijak ditengah ketidakpastian dunia yang masih berlanjut.

Demikian, dengan berbagai peluang saham yang masih menghasilkan cuan ditengah ketidakpastian global umumnya akan sangat menguntungkan jika dapat dimanfaatkan.

Apalagi sektor-sektor tersebut cenderung stabil bahkan ada lonjakan kenaikan, yang berpeluang terhadap probilitas harga yang ditawarkan.

Sementara itu, untuk sektor-sektor yang ada dikawasan asia, seperti teknologi juga masih dalam tingkat penurunannya, meskipun dibalik cepatnya arus yang mereka bawa.

Kondisi ini sangat memungkinkan, karena bahan dasar mereka, dalam skala besarnya kadang terkendala oleh regulasi setiap negara.

Seperti nikel yang Indonesia miliki, tentu saja Indonesia dengan ini enggan untuk mengekspor biji mentahnya, Indonesia akan mengolah terlebih dahulu untuk menjadi produk setengah jadi, baru diteruskan untuk ditribusikan.

Meskipun dengan adanya kebijakan tersebut, sanksi yang Indonesia siap menanti, namun jika tidak demkian, Indonesia akan mendapatkan sedikit keuntungan.

Ditambah, dalam proses hilirisasi ini akan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, para perusahaan yang membutuhkannnya akan merasa dipersulit, oleh karena itu, kebijakan ini masih terus dikaji. Namu intinya, menjadikan prodak setengah jadi adalah keputusan yang baik.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By