Menu
Intip Emiten Properti Yang Residensial Pada Kuartal Tiga

Intip Emiten Properti Yang Residensial Pada Kuartal Tiga: CTRA, PANI, BSDE, PWON dan SMRA

Emiten-emiten properti nampaknya menarik untuk menjadi pelabuhan para investor yang ingin bergelut dan menanamkan uangnya kesektor yang satu ini.

Iksan Maulani 6 bulan ago 8

CNBC Media – Emiten-emiten properti nampaknya menarik untuk menjadi pelabuhan para investor yang ingin bergelut dan menanamkan uangnya kesektor yang satu ini.

Seperti Pantai Indah Kapuk Dua atau PANI, Bumi Serpong Damai atau BSDE, Pakuwon Jati (PWON), Summarecon Agung (SMRA), serta Ciputra Development (CTRA).

Mereka tersebut telah mencapai kinerja pada kuartal tiga di tahun 2023 dan 9M23, dengan rincian berikut:

CTRA dengan catatan penurunan laba bersih di angka -22,7% YoY menjadi 402 miliar rupiah pada kuartal tiga di tahun 2023. Artinya CTRA mengalami penurunanan di angka -17,4% YoY.

Kisaran ini, menjadi 2,1 triliun rupiah, dengan pendapatan yang sama turunnya di -8,8% YoY menjadi 6,6 triliun rupiah.

Selain itu, dari segi oparasional, CTRA mencatatkan pertumbuhan marketing sales sebesar +19% YoY menjadi 7,8 triliun rupiah selamah 9 bulan di tahun 2023, atau ini setara 78,6% dari target FY2023 di angka 9,8 triliun rupiah.

Berbeda dengan CTRA yang mengalami penurunan, PANI justru mencatatkan laba bersih pada kuartal tiga di tahun 2023 dengan besaran +467 YoY.

Jumlah ini menjadi 43,5 miliar rupiah pada kuartal tiga tahun 2023, dengan presentase pendapatan tumbuh  di angka +99% YoY atau menjadi 377,7 miliar rupiah.

Dengan demikian, secara akumulatif dalam 9 bulan di tahun 2023, PANI memiliki laba bersih dengan lonjakan +2.856% YoY menjadi 254,5 miliar rupiah.

Ini menjadi pendapatan tumbuh yang didapat sebesar +44,7% YoY atau menjadi 1,62 triliun rupiah. Demikian dari sisi operasional yang telah mencatatkan marketing sales 1,7 triliun rupiah selama 9 bulan terakhir di tahun 2023.

Atau besaran tersebut setara dengan 82% dari target FY23 di angka sebesar 2,1 triliun rupiah.

Pada satuan emiten lainnya adalah BSDE yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar +25% YoY dengan ini menjadi 568 miliar rupiah.

Catatan tersebut sama seperti lainnya yaitu dari kuartal ketiga tahun 2023, namun terdapat pendapat turun -30,2% YoY menjadi 2,3 triliun rupiah.

Dengan demikian secara akumulatif  selama 9 bulan pada tahun 2023 BSDE memiliki laba bersih dengan pertumbuhan +95% YoY atau menjadi 1,77 triliun rupiah.

Capaian tersebut sama dengan pendapatan yang naik tipis di angka +2,3% YoY menjadi 7,3 triliun rupiah. Melihat dari segi operasional, yang mencatatkan pertumbuhan marketing sales sebesar +1% YoY.

Catatan tersebut menjadi 6,75 triliun rupiah selama 9 bulan terakhir di tahun 2023, atai capaian ini setara dengan 77% dari target FY23 di angka 8,8 triliun rupiah.

Adapun untuk PWON yang memiliki catatan penurunan pada laba bersih sebesar 11,4% YoY menjadi 388 miliar rupiah, dengan demikian pada tiga kuartal 2023 memiliki penurunan -4,7% YoY.

Dengan demikian menjadi 2,1 triliun rupiah. Yang mana secara kumilatif dalam 9 bulan di 2023 memiliki laba bersih yang tumbuh +24,8% YoY atau menjadi 1,5 triliun rupiah.

Begitupun dengan SMRA yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar +298% YoY menjadi 2,1 triliun rupiah.

Dengan demikian secara akumulatif apad 9 bulan di tahun 2023 SMRA telah mencatatkan pertumbuhan laba bersih di angka +110,9% YoY menjadi 653 miliar rupiah.

Sedangkan pada akhir Oktober atau (31/10), harga saham emiten-emiten menurut data yang dihimpun dari laman stockbit dalam emiten properti cenderung bergerak positif.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By