Menu

Inilah Sederet Kabar Emiten Saham Pekan Ini

Ace Hardwere Indonesia (ACES) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sampai menyentuh +27,1% QoQ.

Iksan Maulani 5 bulan ago 18

CNBC Media – Senin, 6 Oktober 2023 mengutip dari laman stocbit Ace Hardwere Indonesia (ACES) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sampai menyentuh +27,1% QoQ.

Ditambah dengan +67,9% YoY menjadi 183 miliar rupiah pada 3 kuartal 2023, artinya perolehan ini setara dengan 26% dari estimasi FY23 dengan konsesus dan di atas ekspektasi.

Kendati lebih lanjut, selama perolehan 9 bulan pada 2023, laba bersih mencapai pertumbuhan +38% YoY menjadi 485 miliar rupiah, atau setara 70% dari estimasi yakni FY23 dalam konsesus di atas ekspektasi.

Selai itu, menejemen ACES menaikkan guidance SSSG pada FY23 yang semula +5% kini menjadi +6,5%, tidak hanya itu ia juga meyakini bahwa pertumbuhan penjualan pada FY23 akan capai +10%.

Kabar selanjutnya datang dari Bumi Resources Minerals (BRMS) yang umumkan bahwa abak usahanya, PT Citra palu Minerals (CPM), berhasil menemukan tambahan sumber daya dan cadangan mineral.

Kabarnya, penemuan tersebut di area Blok 1 (Poboya), Palu, Sulawesi Tengah. Lebih lanjut, berkat penemuan tersebut membuat sumber daya mineral CPM naik sebesar +50% dari 28,4 juta ton.

Dengan demikian, ini menjadi tambahan menjadi 42,7 juta ton bijih, asumsinya dengan rata-rata kadar emas yang mencapai 2,6 gram per ton.

Tentunya ini berakibat pada cadangan mineral CPM yang meningkat signifikan menjadi +38% dari 22,8 juta ton bijih yang meningkat 31,5 juta ton bijih, artinya dengan rata-rata kada emas yang mencapai 2,4 gram per ton.

Selanjutnya datang dari Tempo Scan Pacific (TSPC) yang bakal membagikan dividen interim tahun buku 2023.

Besaran dividen interim yang akan dibagikan  sebesar 225,49 miliar rupiah atau setara 50 rupiah per saham. Lebih lanjut, Cum dividen di pasar regular dan negosiasi yang akan berlangsung 9 November 2023.

Ini dengan pembayaran  pada 29 November 2023, dengan mengacu harga saham TSPC pada 1.800 rupiah per saham, artinya indikasi dividen yield adalah 2,8%.

Namun, ada kabar yang tidak enak datang dari Paramita Bangun Sarana (SBSA) yang mengumumkan pembatalan rencana dividen interim pada buku tahun 2023.

Besaran tersebut berkisar 120 miliar rupiah atau 40 ripiah per saham, lebih kecil 10 rupiah dari TSCP. Disinyalir pembatalan tersebut karena jumlah laba bersih per 30 September 2023 tidak mencukupi.

Akibatnya PBSA akan melakukan limited review terhadap laporan keuangan per 31 Oktober lalu, hal ini setelah laporan keuangan tersebut selesai.

Dan perseroan berencana akan kembali mengumumkan rencana jadwal pembagian dividen interim. Dengan demikian, PBSA masih memiliki peluang untuk membagikan dividen, jika penghitungan keuangan sudah selesai dilakukan.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By