Menu
IHSG Menguat Akhir Tahun Dibuka ke 7.313

IHSG Menguat Akhir Tahun Dibuka ke 7.313

Jakarta, 29 Desember 2023 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir tahun 2023.

Shandy Aulia 4 bulan ago 14

CNBC Media – Jakarta, 29 Desember 2023 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir tahun 2023. IHSG ditutup di level 7.313, menguat 8 poin atau 0,11% dari penutupan perdagangan kemarin.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 7.297-7.327. IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday di 7.327 pada pukul 10.00 WIB.

Pergerakan IHSG hari ini ditopang oleh rilis kinerja keuangan emiten-emiten yang positif. Beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan positif antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Saham BBCA ditutup menguat 2,07% ke level 7.950. Saham ASII ditutup menguat 1,82% ke level 7.025. Saham ANTM ditutup menguat 2,07% ke level 2.000.

Selain itu, investor juga mencermati perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia yang kembali meningkat. Namun, kenaikan kasus COVID-19 diprediksi tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi Indonesia.

Analis PT Phillip Sekuritas Indonesia, Cheryl Tanuwijaya mengatakan, IHSG diperkirakan akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. IHSG diprediksi akan bergerak di rentang 7.250-7.375.

“IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini, didukung oleh rilis kinerja keuangan emiten-emiten yang positif dan perkembangan kasus COVID-19 yang diprediksi tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi Indonesia,” kata Cheryl.

Dengan penutupan hari ini, IHSG mengakhiri tahun 2023 dengan kenaikan 10,63%. IHSG merupakan salah satu indeks saham yang menguat paling tinggi di Asia Tenggara pada tahun 2023.

Kenaikan IHSG didorong oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Kinerja ekonomi Indonesia yang positif
  • Lonjakan harga komoditas
  • Pemulihan ekonomi global

IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatannya pada tahun 2024. Namun, investor perlu mewaspadai berbagai risiko, seperti inflasi yang meningkat dan pengetatan kebijakan moneter global.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By