Menu
IHSG Kembali Merah, Sentimen US Diduga Jadi Alasan

IHSG Kembali Merah, Sentimen US Diduga Jadi Alasan

Namun sayang, menuju akhir waktu bursa dagang akan ditutup, IHSG kembali melemah di angka Rp6.890 atau turun 11,75 poin atau sekitar 0,17 persen.

Fajar 6 bulan ago 31

CNCB Media – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah, Kamis, 5 Oktober 2023. Sebelumnya, IHSG dibuka menguat hingga mencapai titik tertinggi di angka Rp6.874 dan stabil di angka Rp6.900-an hingga penutupan sesi pertama.

Namun sayang, menuju akhir waktu bursa dagang akan ditutup, IHSG kembali melemah di angka Rp6.890 atau turun 11,75 poin atau sekitar 0,17 persen. Saham dari sektor properti menjadi bulan-bulanan setelah turun hingga 1,04 persen.

Berikut ini adalah rangkuman pergerakan harga Indeks Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis, 5 Oktober 2023.

IHSG Kembali Melemah Diduga Gara-Gara US

Selain saham properti, tercatat beberapa saham lainnya seperti sektor energi yang turun 1,03 persen, transportasi turun 0,94 persen, sektor konsumen non primer turun 01,15 persen, dan sektor barang baku turun 0,74 persen menjadi alasan dibalik merahnya IHSG hari ini.

Sentimen dari dalam dan luar negeri diduga menjadi salah satu akibat dari menurunnya harga gabungan saham ini. Seperti yang dilansir dari Antara, turunnya harga minyak mentah dan data tenaga kerja Amerika Serikat yang diduga akan menurun menjadi beberapa alasan dibalik IHSG yang kembali melemah.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas seperti yang dirangkum oleh Antara.

“IHSG melemah terbatas dan Bursa Asia didominasi oleh penguatan, akibat dari turunnya harga minyak mentah dan data tenaga kerja Amerika Serikat,” ungkapnya.

Pergerakan IHSG yang sebelumnya berpotensi akan rebouns sebelumnya telah diprediksi oleh investor saham asal Indonesia, Ellen May.

Ellen May menyebut, data turunnya tenaga kerja di Amerika Serikat memberikan kelegaan kepada para pelaku pasar di sektor jasa mengingat sektor tersebut menjadi pendorong utama inflasi.

“Kenaikan suku bunga The Fed tidak akan terlalu agresif, atau setidaknya sesuai dengan apa yang sudah di ekspektasikan,” ujarnya.

Walaupun ditutup dengan hasil yang negatif, beberapa saham terpantau menguat, dua diantaranya bahkan mencetak Auto Rejections Atas (ARA), yakni PPRI dan juga JAWA.

Saham dari PT Paperocks Indonesia TBK atau PPRI melejit hingga 35 persen di angka Rp108. Sedangkan PT Jaya Agra Wattie TBK (JAWA) mengalami kenaikan hingga 34,86 persen di angka Rp147.

Selain dua saham di atas, JMAS, UNIQ dan PTPP juga mengalami kenaikan di angka 33,87 persen, 10,87 persen, dan 10,37 persen secara berurutan.

Pada hari ini, tercatat frekuensi perdagangan mencapai 1.148.854 kali transaksi dengan pembelian mencapai Rp11,18 triliun. Terdapat 261 saham menurun, 276 diantaranya naik, dan 214 diantaranya stagnan.

Itulah kabar terbaru dari pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Ikuti terus kabar terbaru dari pasar modal Indonesia hanya di CNBC Media.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By