Menu
HRW Tuduh Facebook dan Instagram Batasi Konten Pro-Palestina

HRW Tuduh Facebook dan Instagram Batasi Konten Pro-Palestina

Human Rights Watch (HRW) menuduh Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, telah membatasi konten pro-Palestina di platform media sosial mereka

Shandy Aulia 4 bulan ago 9

CNBC MediaHuman Rights Watch (HRW) menuduh Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, telah membatasi konten pro-Palestina di platform media sosial mereka, bahkan ketika konten tersebut tidak melanggar aturan apa pun.

Dalam laporan yang dirilis pada hari Jumat, HRW mengidentifikasi lebih dari 1.050 konten pro-Palestina yang diklaim dibatasi atau dihapus oleh Meta selama Oktober dan November 2023. Konten-konten tersebut termasuk unggahan dengan gambar korban terluka atau mayat di rumah sakit Gaza, serta komentar seperti “Bebaskan Palestina” dan “Hentikan Genosida.”

HRW mengatakan bahwa pembatasan-pembatasan ini merupakan bentuk sensor terhadap kebebasan berekspresi. Lembaga ini mendesak Meta untuk memberikan lebih banyak transparansi terkait kebijakan moderasi kontennya, termasuk permintaan penghapusan oleh pemerintah dan pengecualian “kelayakan berita.”

Meta, melalui pernyataan resminya, menyatakan bahwa laporan HRW tidak mencerminkan usaha mereka untuk melindungi ungkapan terkait konflik Israel-Hamas. Perusahaan ini mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan tegas terhadap konten yang melanggar kebijakan mereka, termasuk konten yang berisi kekerasan, ujaran kebencian, atau informasi yang salah.

Namun, HRW mengatakan bahwa teknologi Meta tidak memberikan bukti yang mendukung klaimnya tersebut. Lembaga ini mengatakan bahwa Meta hanya memberikan data yang tidak cukup untuk menentukan apakah konten-konten yang dibatasi atau dihapus tersebut benar-benar melanggar kebijakan perusahaan.

Menurut info Media ETC, HRW juga mengatakan bahwa Meta tidak secara transparan mengungkapkan permintaan penghapusan oleh pemerintah terhadap konten-konten pro-Palestina. Lembaga ini mengatakan bahwa hal ini dapat menyebabkan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi yang tidak perlu.

Konflik Israel-Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun. Konflik ini telah menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi rakyat Palestina, termasuk korban jiwa, pengungsi, dan kerusakan infrastruktur. Media sosial telah menjadi platform penting bagi rakyat Palestina untuk menyuarakan penderitaan mereka dan menuntut keadilan.

Pembatasan terhadap konten pro-Palestina oleh Meta dapat berdampak negatif terhadap upaya rakyat Palestina untuk menyampaikan suara mereka. Hal ini juga dapat memperburuk iklim kebencian dan intoleransi terhadap rakyat Palestina.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By