Menu
Dua Pekan Sudah Konflik Timur Tengah, Buat IHSG Melemah Dan Harga Minyak Melambung

Dua Pekan Sudah Konflik Timur Tengah, Buat IHSG Melemah Dan Harga Minyak Melambung

Bursa saham mengalami ketidakjelasan akibat adanya konflik yang meletus di Timur Tengah antara Palestina dan Israel.

Iksan Maulani 6 bulan ago 15

CNBC Media – Bursa saham mengalami ketidakjelasan akibat adanya konflik yang meletus di Timur Tengah antara Palestina dan Israel. Lebih lanjut, setelah 2 pekan terjadinya konflik tersebut, menimbulkan bencana, bukan saja kemanusiaan namun juga di dunia saham.

Pengaruh konflik Palestina-Israel telah memecah peta jalan bursa saham, indikasi ketahanan ekonomi yang diimpikan sampai akhir tahun 2023 menjadi sernia.

Namun, disamping itu, potensi kenaikan saham terjadi di sektor minyak, yang mengalami kenaikan secara bersamaan setelah Hamas membombardir Israel.

Minyak sebagai kebutuhan primer dunia, menjadi barang langkah ketika terjadinya perang. Banyak kepentingan yang menjadikan harga minyak melonjak karena isu-isu internasional sekarang ini.

Timur Tengah yang menjadi produsen minyak mentah terbesar di dunia, enggan melepas murah. Alhasil harga yang ditawarkan melonjak seiring dengan kebutuhan yang semakin melesat.

Kondisi ini juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore yang pada penutupan turun mengikuti bursa kawasan. Lebih lanjut, pasar masih terus mencermati konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Seperti yang sudah diamati lebih lanjut pada statistik Rabu (18/10) kemarin, kondisi IHSG sangat labil beserta saham-saham lain di sektor perbankan.

Ketegangan yang makin meningkat antara Palestina-Israel membuat minyak mentah dan emas kembali naik. Pada (18/18) minyak mentah WTI bergerak di kisaran angka 86 samapai 88 USD per barel.

Demikian dengan China yang melaporkan pertumbuhan ekonomi naik, dan dalam penjualan ritel naik 5,5% YoY, lebih tinggi dibandingkan pada bulan September yang hanya sebesar 4,6% YoY.

Ini juga menjadi sebuah kenaikan yang terbesarnya selama kurun waktu empat bulan.

Namun, China masih dibayangi dengan ancaman krisis properti, perusahaan properti China Country Garden Holdings Co mengalami gagal bayar untuk pertama kalinya dan telah melewati masa tenggang pembayaran kupon obligasi dolarnya.

Lebih lanjut, krisis penjualan rumah di China memperparah dan memperbesar dampak krisis properti di kawasan tersebut.

Pada hari ini pembukaan IHSG dalam kondisi yang sama labil dengan hari kemarin, dan kelihatannya seperti pada bulan kemarin yang cenderung mengalami kemerosotan seiring dengan ketidakjelasan dunia.

Dari data yang dihimpun dari antaranews lima sektoral IDX-IC terdapat lima sektor yang meningkat.

Kelima sektor tersebut dipimpin oleh infrastruktur sebesar 1,99% dan diikuti oleh sektor barang baku dan kemudian sektor kesehatan. Pada sektor kesehatan naik masing-masing sebesar 0,60% dan 0,57 persen.

Sedangkan pada sektor non-primer mengalami penurunan, terutama pada sektor keuangan dan teknologi yang turun -0,53% dan -047%.

Kestabilan IHSG masih belum terjadi akibat dampak yang timbul dari konflik timur tengah, begitupun dengan investor yang masih mengawasi konflik tersebut dengan membaca dengan cermat.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By