Menu
Dolar AS Makin Kokoh di Zona Rp 15.700-an, Rupiah Loyo

Dolar AS Makin Kokoh di Zona Rp 15.700-an, Rupiah Loyo

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada hari ini, Kamis (2/2/2024).

Shandy Aulia 2 bulan ago 14

CNBC Media – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada hari ini, Kamis (2/2/2024). Rupiah dibuka di level Rp 15.740 per dolar AS, melemah 8 poin atau 0,05% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di Rp 15.732 per dolar AS.

Berdasarkan data RTI, dolar AS bergerak di kisaran Rp 15.732 – Rp 15.799 per dolar AS pada hari ini.

Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah menguatnya dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,21% ke level 103,72.

Penguatan dolar AS dipicu oleh data ekonomi AS yang positif dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

Analis PT Bank Mandiri Tbk., Rully Arya Wisnubroto, mengatakan bahwa pelemahan rupiah hari ini juga disebabkan oleh sentimen negatif dari dalam negeri, yaitu inflasi Januari 2024 yang diprediksi naik.

“Inflasi Januari 2024 diperkirakan naik 0,52% secara bulanan dan 5,28% secara tahunan. Hal ini dapat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI),” kata Rully.

Rully memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 15.700 – Rp 15.800 per dolar AS pada hari ini.

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:

  • Kebijakan moneter The Fed: Kenaikan suku bunga The Fed dapat menyebabkan penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah.
  • Data ekonomi AS: Data ekonomi AS yang positif dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan melemahkan rupiah.
  • Harga komoditas: Pelemahan harga komoditas dapat menyebabkan pelemahan rupiah.
  • Sentimen investor: Sentimen investor yang negatif terhadap Indonesia dapat menyebabkan pelemahan rupiah.

Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Intervensi di pasar valuta asing: Bank Indonesia dapat melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Menjaga inflasi: Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya untuk menjaga inflasi di tingkat yang terkendali.
  • Meningkatkan daya tarik investasi: Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik investasi Indonesia, sehingga dapat meningkatkan aliran modal asing ke Indonesia.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan nilai tukar rupiah dapat kembali stabil dan menguat terhadap dolar AS.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By