Menu
Diperkirakan Tekanan Rupiah Terus Berlanjut Capai Rp 15.721

Diperkirakan Tekanan Rupiah Terus Berlanjut Capai Rp 15.721

Sentimen external akan masih tetap memimpin gerakan nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (17/10).

Shandy Aulia 6 bulan ago 9

CNBC Media – Sentimen external akan masih tetap memimpin gerakan nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (17/10).

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, rupiah mempunyai potensi kuat terbatas bersamaan dengan harapan pengurangan data Empire Manufaktur AS bulan Oktober 2023 jadi -6,0 dari awal sebelumnya 1,9

Dolar AS kuat lagi di tengah-tengah sentimen risk-off karena tekanan geopolitik Israel-Hamas yang bersambung. Kemelut geopolitik ini membuat harga minyak global turut terkerek naik sampai sentuh tingkat di atas US$ 90 per barel.

“Mengakibatkan, harapan inflasi global bertambah dan menekan nilai ganti rupiah selanjutnya,” kata Josua saat dikontak Kontan.co.id, Senin (16/10).

Direktur PT Keuntungan Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambah, selainnya perselisihan geopolitik, pengokohan dolar AS tergerak oleh harapan peningkatan suku bunga The Fed karena data terkini memperlihatkan inflasi customer dan sentimen masih tetap kuat.

Konsentrasi minggu ini tertuju pada rangkaian pembicara Federasi Reserve dan data ekonomi AS yang lain.

Ibrahim memprediksikan, suku bunga AS kemungkinan tetap semakin tinggi dalam periode waktu lebih lama.

“Ini memberi penekanan pada pasar Asia karena ketimpangan di antara imbal hasil yang beresiko dan yang beresiko rendah makin menyempit,” papar Ibrahim.

Josua memprediksikan, rupiah mempunyai potensi kuat terbatas di range Rp 15.675-Rp 15.750 per dolar AS pada Selasa (17/10). Sementara Ibrahim memprediksi, mata uang rupiah akan bergerak naik-turun tetapi ditutup menurun di bentang Rp 15.710-Rp 15.770 per dolar AS.

Sebagai info, berdasar data Bloomberg, rupiah menurun 0,25% ke tingkat Rp 15.721 per dolar AS pada perdagangan Senin (16/10).

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai ganti rupiah ada di angka Rp 15.716 menurun dari Rp 15.709 di hari perdagangan sebelumnya.

Kurs rupiah di pasar spot kembali tertekan di awal perdagangan minggu ini. Senin (16/10), rupiah spot ditutup di tingkat Rp 15.721 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah spot menurun 0,25% dibandingkan penutupan Jumat (13/10) di Rp 15.682 per dolar AS. Gerakan rupiah juga searah dengan sebagian besar mata uang di Asia.

Sampai jam 15.00 WIB, won Korea Selatan jadi mata uang dengan pelemahan paling dalam di Asia sesudah ditutup jeblok 0,28%.

Seterusnya, dolar Taiwan yang ditutup revisi 0,21% dan ringgit Malaysia yang terpeleset 0,17%. Lantas ada baht Thailand tertekan 0,13%.

Selanjutnya, yuan China yang tergerus 0,08% dan dolar Singapura turun 0,02%. Di ikuti, yen Jepang yang menurun tipis 0,007%.

Dalam pada itu, dolar Hongkong kelihatan jadi mata uang dengan pengokohan paling besar di Asia sesudah terkerek 0,07%.

Selanjutnya ada peso Filipina yang telah ditutup naik 0,03% dan rupee India yang kuat tipis 0,001% pada the greenback.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By