Menu

Dampak Buruk Judi Online Merugikan Masyarkat Hingga Rp 27 T

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan aktivitas permainan judi online sudah mengakibatkan rugi besar

Shandy Aulia 7 bulan ago 28

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan aktivitas permainan judi online sudah mengakibatkan rugi besar untuk khalayak luas dengan nilai rugi dari 1 situs sendiri ditaksir capai angka Rp 27 triliun. Bahkan juga, Laporan Pusat Laporan dan Analitis Transaksi bisnis Keuangan (PPATK) mengutarakan keseluruhan transaksi bisnis taruhan online di Indonesia diprediksi capai Rp 200 triliun.

Menyikapi ini, Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) sudah memerintah perbankan untuk memblok rekening yang terturut taruhan online. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebutkan usaha tegakkan kredibilitas mekanisme perbankan adalah tanggung-jawab seluruh pihak berkaitan. Dalam info sah Kominfo, disebut per tanggal 21 September 2023 sudah dilaksanakan penutupan sekitar 201 rekening bank dan 1.931 rekening yang lain sedang diolah oleh OJK.

Dampak Buruk Judi Online Merugikan Masyarkat

Perbankan juga menyongsong baik ketentuan ini. Direktur Khusus PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) Taswin Zakaria menjelaskan instruksi peraturan blokir rekening taruhan online ini sangatlah baik, dan faksinya benar-benar memberikan dukungan peraturan know your konsumen (KYC).

“Saya berpikir itu instruksi peraturan yang baik. Karena kita benar-benar memberikan dukungan keutamaan KYC, kita setuju untuk memberantas money laundering dan aktivitas tipe,” katanya di Fairmont Hotel, Senin (25/9/2023).

Tetapi, yang paling penting menurut Taswin, detail dari ketentuan ini harus dipertegas lebih dulu. Ini agar bank bisa ambil perlakuan dengan tepat.

“Jika salah kelak kami memblok rekening orang, kelak pada akhirnya menjadi permasalahan,” ucapnya.

Dalam pada itu, Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia Harapman Kasan akui selama ini faksinya belum temukan transaksi bisnis yang terkait dengan taruhan online. Karena, di saat pembukaan rekening di UOB Indonesia, faksinya mengaplikasikan peraturan KYC.

“Saya pikir jika kita bahas ini kan berkenaan basic KYC. Karena di saat kita lakukan pembukaan rekening kita kan due diligence, siapa nasabah kita? Perusahaannya di mana? Kan kita harus bertemu ini. Kita harus lihatin. Ya, menjadi jika misalkan usahanya itu kita tidak percaya, ya tidak kita membuka [rekeningnya],” kata Harapman di UOB Plaza, Senin (25/9/2023).

Begitupun dengan PT Bank CIMN Niaga Tbk. (BNGA) yang mengatakan tidak buka rekening yang tersambung dengan taruhan online bagus untuk merchant atau perusahaan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan faksinya akan secara langsung tutup rekening berkaitan taruhan online, jika kedapatan.

“Jika ada info berkaitan itu yang tidak kami kenali pada awal pembukaan rekening, maka kami tutup,” katanya saat dikontak CNBC Indonesia, Senin (25/9/2023).

Sama seperti dengan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) atau OK Bank yang siap melakukan perintah OJK berkaitan rekening berkaitan taruhan online. Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah akui sekarang ini tidak ada rekening yang diindikasi berkaitan taruhan online.

“Jika kami temukannya, kami akan melakukan perintah OJK seperti mestinya,” ucapnya saat dikontak CNBC Indonesia, Senin (25/9/2023).

Milenial RI Main Judi Online Tidak Gunakan Rekening Bank

Beberapa pejudi online punyai langkah sendiri untuk lakukan kegiatannya. Misalkan transaksi bisnis taruhan online dilaksanakan lewat basis e-wallet.

“Ke-2 nya [transfer dan e-wallet] ada. Khusus anak millenial, banyak yang pakai e-wallet,” kata Kepala Agen Humas PPATK (Pusat Laporan dan Analisi Transaksi bisnis Keuangan), Natsir Kongah, ke CNBC Indonesia baru saja ini.

Dampak Buruk Judi Online Merugikan Masyarkat Hingga Rp 27 T

Jumlahnya pemakaian e-wallet kelihatan dari jumlahnya akun dompet digital yang dikunci Kementerian Kominfo. Baru saja ini, faksi kementerian umumkan memblok lebih dari 1.000 e-wallet berkaitan taruhan online.

“Sampai 17 September 2023, faksi perbankan dan basis sudah lakukan penutupan pada 1.450 rekening dan 1.005 e-wallet,” terang Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi d ikutip dari situs sah Kementerian Kominfo.

Tidak cuma rekening dan e-wallet yang dikunci, Kominfo lakukan hal sama pada content dan website judi online. Sampai 17 September, jumlah yang dikunci capai 971.285 content dan website judi online.

Usaha penutupan untuk menyulitkan aktor taruhan online untuk selalu lakukan laganya. Budi menerangkan faksinya terus akan lakukan kerja sama dengan share faksi dalam rencana memberantas kegiatan taruhan online di Indonesia.

Dua instansi yang dibawa kerja-sama ialah Bank Indonesia dan Kewenangan Jasa Keuangan (OJK). BI untuk mekanisme pembayaran dan OJK dari sisi perbankan.

“Kita kepung semua, semua piranti, semua alat, segala hal yang dapat terkait dengan taruhan online, kita bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk mekanisme pembayarannya, dengan OJK untuk memantau perbankannya, jika semua kita telah tidak dapat digunakan, ingin gunakan apa ia,” kata Budi.

Warga dibawa untuk lakukan kampanye taruhan online. Disamping itu, faksi kepolisian disebutkan serius untuk bersihkan sampai menangani faksi yang menyalahi hukum.

“Kami tidak pandang bulu, termasuk faksi kepolisian kita koordinasikan mereka ingin serius untuk bersihkan, menolong, menangani dengan hukum semuanya orang yang lakukan beberapa tindakan yang menantang hukum,” bebernya.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By